Diterjemahkan otomatis

Pemikiran Saya tentang Pernikahan di Komunitas Kita Saat Ini

Assalamu alaikum semuanya, cuma mau berbagi perasaan jujur tentang pernikahan di kalangan Muslim belakangan ini. Rasanya banyak dari kita yang mungkin udah lupa apa intinya sebenarnya menikah demi Allah, bukan cuma karena perasaan atau hal-hal yang tampak di luar. Dari yang saya perhatikan, apa orang-orang benar-benar shalat istikharah dan minta petunjuk Allah sebelum mengikat janji? Atau malah lebih sering ikutin apa yang rasanya benar di saat itu aja? Mana pasangan yang menikah karena ingin saling membantu jadi Muslim yang lebih baik, untuk menguatkan agama mereka bersama? Pernikahan harusnya mengangkatmu, bukan bikin kamu kecapean. Tapi di mana-mana, saya lihat perpisahan terjadi begitu cepat, atau orang menikah karena alasan yang nggak sejalan dengan iman kita, terus merasa tersesat sesudahnya. Sedih banget gimana keadaan kayak terpecah-belah. Akhwat kadang terjebak dalam bayangan nggak realistis dari dunia maya, sementara ikhwan lebih sering mengeluh di depan umum daripada introspeksi. Banyak banget salah paham dan luka di kedua sisi, dan rasanya kita semakin menjauh dari jalan yang benar. Saya nggak yakin gimana memperbaikinya, tapi saya khawatir ada yang menunda-nunda pernikahan karena alasan yang malah menjauhkan mereka dari kehidupan keluarga, sementara yang lain nggak memenuhi sifat baik dan tanggung jawab yang diajarkan Islam pada pasangan mereka. Umat kita terasa tegang, dan banyak pernikahan yang bermasalah. Alih-alih bersatu, kita malah nambahin masalah. Saya cuma bisa berdoa untuk kita semua. Untuk yang lagi mengalami kesulitan dalam pernikahan mereka. Untuk siapa pun yang merasa nggak diperhatikan atau disakiti oleh pasangannya. Untuk Muslim muda yang ingin menikah dengan benar tapi menghadapi halangan. Untuk ikhwan yang berusaha melakukan yang benar walau menghadapi ekspektasi yang berat. Untuk akhwat yang masuk ke dalam pernikahan dengan hati baik tapi menghadapi kekecewaan. Semoga Allah menuntun kita, menyembuhkan hati kita, dan mengisi pernikahan kita dengan barakah dan keikhlasan. Aamiin.

+89

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Aku butuh denger ini. Terutama bagian soal ekspektasi tidak realistis dari online. Bener banget.

+3
Diterjemahkan otomatis

Menakutkan betapa benarnya ini. Fokusnya ada di hari pernikahan, bukan pada kemitraan seumur hidup untuk Allah.

+1
Diterjemahkan otomatis

Ini sangat menyentuh hati. Perasaanku sakit melihat bagaimana pernikahan kini dianggap seperti kontrak yang sementara. Semoga Allah menuntun kita semua kembali ke sunnah.

+1
Diterjemahkan otomatis

Ameen. Ini pengingat yang sangat dibutuhkan. Aku lihat banyak yang buru-buru melakukannya tanpa nasihat yang berbasis deen. Jazakallah khair sudah berbagi.

0
Diterjemahkan otomatis

Pastinya. Poin istikharanya tepat sasaran. Apa kita bahkan sedang mencari bimbingan-Nya, atau cuma keinginan kita sendiri?

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar