saudari
Diterjemahkan otomatis

Kakakku mungkin akan meninggalkan Islam dan aku sangat hancur

Salaam semuanya, aku butuh saran tentang kakak laki-lakiku. Selama ini, kayaknya dia nggak terlalu taat, tapi aku pikir ya dia cuma lagi di jalannya sendiri dan itu nggak apa-apa. Tapi belakangan, makin parah. Bulan lalu, dia mulai mempertanyakan banyak hal tentang Islam, dan aku bilang ke diri sendiri itu wajar. Lalu aku lihat dia share video online yang isinya kayak "buat apa pacaran kalau bukan untuk mengejar Yesus." Pas aku tanya, dia bilang itu nggak sengaja, tapi akhirnya kita malah berantem. Dia nggak pernah hapus postingannya, dan kami nggak ngobrol berhari-hari. Aku juga beberapa kali nemu produk babi di kamarnya. Beberapa waktu lalu, dia cerita kalau mantan istrinya dulu sering coba meyakinkan dia buat jadi Kristen. Teman-temannya di sekolah juga pengaruhnya nggak bagus-kebanyakan Kristen atau ateis, dan dia hampir nggak punya teman Muslim. Aku rasa ini sangat memengaruhinya. Hari ini, kami ribut besar. Dia tantang aku, katanya kalau aku Muslim yang baik, kenapa nggak pakai burqa? Dia terus tanya kenapa aku nggak sepenuhnya ikuti firman Tuhan. Aku terus tanya, "Kamu Kristen atau ateis?" tapi dia nggak mau jawab dengan jelas. Dia cuma bilang, "Terserah yang bikin kamu bahagia" lalu pergi sambil nambahin, "Karena itu bukan agamaku." Aku marah banget. Lalu dia mau debat diam-diam, tapi tetap nggak mau jawab pertanyaanku, cuma bilang itu jelas. Setelah itu, dia ancam aku biar nggak cerita ke siapa-siapa tentang pertengkaran kami atau kalau dia mungkin sudah nggak Muslim lagi. Katanya dia bakal jelasin sendiri kalau waktunya tepat. Sebagian diriku merasa dia cuma ngomong gitu buat bikin aku kesal. Tapi aku nggak tahu. Aku juga ngomong hal-hal kasar, dan sekarang aku merasa bingung. Aku nggak bisa bayangin kakakku sendiri menolak Allah. Aku inget waktu kami tinggal di negara Muslim, dia dulu suka lari ke masjid buat salat bareng teman-temannya, padahal keluarga kami nggak ketat. Aku tumbuh di tempat yang beda-beda-negara Muslim yang ketat, yang lebih santai, dan di Barat-jadi aku coba berpikiran terbuka. Tapi kakakku baru 16 tahun dan kebanyakan besar di Barat. Aku merasa dikhianati. Kami dekat banget; dia selalu ada buatku, dan sekarang rasanya aku kehilangan dia. Aku nggak tahu harus gimana.

+18

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Belum ada komentar

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar