Diterjemahkan otomatis

Mari Bicara Tentang Tanggung Jawab dan Kesopanan Pria Juga

Assalamu alaikum semuanya. Sekarang masih pagi-pagi banget dan aku benar-benar perlu mencurahkan isi hati, jadi aku bagiin di sini. Kita sering banget bahas aurat wanita, kewajiban mereka, dan tantangan yang mereka hadapi, tapi kadang kita lupa bahwa pria juga punya pertimbangan serupa dalam Islam! Baru-baru ini aku kepikiran gimana konsep kesopanan itu juga berlaku buat pria. Islam nggak menindas atau diskriminatif; cuma kasih panduan yang beda buat masing-masing jenis kelamin. Sama kayak wanita disuruh menutup aurat, pria juga didorong buat berpakaian sopan. Menurutku, hijab dan kesopanan itu tujuannya buat mengurangi daya tarik yang nggak perlu. Kalau pria sadar bahwa tubuh mereka bisa menarik bagi wanita-sesuatu yang belakangan ini makin sering disorot-bukannya mereka juga harusnya milih pakaian longgar daripada pamer otot atau pake baju ketat cuma karena secara teknis bukan aurat? Aku ingat hadits di mana Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) nyebutin tentang nutup bahu waktu shalat, dan aku mikir apa prinsip itu berlaku juga di kehidupan sehari-hari. Dan kalau sebagian ulama anggap suara wanita itu bagian dari aurat, bukannya juga patut dipertanyakan kalau pria sengaja mengubah suara buat narik perhatian? Di dunia sekarang, beberapa hal jadi lebih seimbang. Sama kayak wanita sering diobjektifikasi, pria juga. Kalau aku, sebagai wanita, bisa pake pakaian sopan lengkap, termasuk niqab, bahkan di cuaca panas ekstrem cuma demi Allah, bukannya pria yang ngejunjung tinggi ibadah juga harusnya menghindari buka-bukaan di pantai atau pake pakaian renang terbuka ketika mereka tau penampilan mereka menarik? Nggak ada hadits yang nglarang warna, tapi aku tau kalau aku pake abaya mewah dan berhias, itu mungkin narik pandangan. Tujuannya kan menyatu, bukan mencolok, jadi aku berpakaian sederhana demi keridhaan Allah, meskipun itu berarti nunda kecintaanku pada fashion. Jadi bukannya mengkhawatirkan ketika pria Muslim berpakaian buat pamer dan menikmati perhatian cuma karena bagian tubuh tertentu nggak dikategorikan sebagai aurat? Aku nggak bilang itu dosa-Allah yang Maha Tahu-tapi rasanya nggak pas di hati. Aku juga capek gimana diskusi selalu fokus ke wanita padahal pria punya tanggung jawab besar dalam Islam. Kapan kita akan bahas gimana pria seharusnya nggak minta uang ke istri atau maksa mereka kerja di luar? Atau gimana pria harus bantu di rumah, kayak yang dilakukan Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam)? Kita sering kutip hadits tentang ketaatan wanita tapi lupa yang tentang kewajiban pria buat menafkahi. Surah An-Nisa 4:34 nunjukin bahwa pria itu qawwamun atas wanita karena apa yang mereka infakkan. Kalau seorang pria bergantung sama istrinya buat kebutuhan pokok, apa dia bener-bener menjalankan peran itu? Allah yang Maha Tahu, semoga Dia memberi kita semua petunjuk. P.S. Aku lagi eksplorasi calon pernikahan, dan kesel banget liat gimana sebagian pria berharap istrinya ngurusin semuanya-rawat orang tuanya, besarin anak, kerja full-time, jaga penampilan perfect, dan lain-lain-sementara mereka ngeabaikan kewajiban Islam mereka sendiri. Sebagai wanita, aku cuma minta apa yang Islam tentuin, dan aku bersedia beradaptasi kalau ada bukti jelas itu diwajibin, sama kayak aku pake hijab demi Allah meskipun ada preferensi pribadi. Makasih udah baca. Semoga Allah perbaiki Umat kita.

+66

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Iya sis! Kesopanan itu untuk kedua pihak, intinya soal menundukkan pandangan dalam segala hal. Aku sering banget mikirin ini.

+1
Diterjemahkan otomatis

MashaAllah, kata-katamu tepat sekali. Laki-laki seharusnya memberi contoh dalam hal berpakaian maupun bertindak. Keseimbangan yang kamu sebutkan itu memang sangat penting.

0
Diterjemahkan otomatis

Terima kasih banyak untuk ini. Semoga beruntung dalam pencarian jodoh, dik. Semoga Allah menganugerahimu pasangan yang shalih yang memahami kewajiban-kewajiban ini.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar