saudari
Diterjemahkan otomatis

Apakah menikah dengan orang baik sepadan kalau mertuanya sulit?

Assalamu alaikum, aku lagi bener-bener bingung dan pengen curhat. Aku mulai suka sama seorang ikhwan dari kampus, dan setelah kami kasih tahu keluarga masing-masing, kami ngobrol sekitar setahun sambil nyelesaiin kuliah. Orang tuaku pengen kami mapan dulu sebelum bikin hal resmi, dan kami santai aja. Dia dan keluargaku berharap bisa nikah segera setelah kami dapat kerja. Begitu kami mulai kerja, keluarga kami mulai ngobrol, dan kami undang mereka buat Idul Fitri. Itu batal karena sekeluarga kena flu. Kami undang lagi beberapa minggu lalu. Sebelum makan malam itu, dia lagi gak akur sama keluarganya-mereka ngerasa dia terlalu maksa soal nikah dan bahkan ngira aku yang mendesaknya dan bikin dia ambil kerja di negara bagian lain. Dia anak bungsu, dua kakak perempuannya lebih tua dan belum nikah, tanpa rencana berubah. Kakak tertua nolak datang ke acara makan karena ada selisih paham dan minta maaf, jadi cuma orang tua dan kakak tengah yang datang. Kami tetep pengen lanjutin meski ada keretakan. Jujur, makan malamnya bencana. Semua kelihatan baik-baik aja sampai akhir, pas mereka ngeluarin uneg-uneg ke orang tuaku. Mereka bilang gak mau dia nikah minimal dua tahun karena harus S2 dulu, cari kerja lebih bagus, dan punya rumah. Mereka ngomong jelek soal karakternya-bilang dia pemarah, gak stabil secara finansial-bahkan ayahnya ungkit-ungkit bantuan masa lalu. Mereka dorong orang tuaku buat nyuruh aku sekolah lagi. Mereka pamerin pendidikan anaknya sendiri (kakak tertua, umur 30-an, masih di rumah dan baru nyelesaiin S1; kakak tengah, akhir 20-an, udah S2 dan lagi daftar sekolah hukum, juga di rumah). Mereka tekankan gimana mereka pengen semua anak tinggal di bawah atap mereka dan dia harus balik. Mereka ngomongin banyak hal gak enak yang gak akan aku ceritain semua, tapi bikin keluargaku syok. Setelah itu, wajar orang tuaku gak mau lanjutin dan mulai liat calon lain. Aku butuh tiga hari buat jujur ceritain kejadian itu dan mengakhiri hubungan, apalagi orang tuanya bilang ke dia kalau makan malamnya lancar. Dia kesel sama kelakuan mereka tapi gak mau nyerah. Aku kaget dia mau berjuang buat kami, dan sejak itu dia coba ngobrol sama keluarganya, berharap bisa ubah pola pikir mereka. Aku gak yakin itu berhasil, tapi di pihakku, orang tuaku gak setuju sama keluarganya-dan sekarang sama dia juga-meski mereka serahin keputusan akhir ke aku. Aku bener-bener galau. Aku sayang sama ikhwan ini. Dia punya karakter baik, gak peduli kebohongan yang disebar keluarganya, dan siapa pun yang kenal dia ngeyakinin itu. Dia rajin sholat, kuat dalam agama, dan kami punya nilai, moral, bahkan pandangan politik yang sama. Dia selalu nunjukin perhatian, tapi keluarganya kebalikannya. Keluargaku mikir Allah nunjukin sifat asli mereka sebagai peringatan sebelum ada lamaran, tapi aku cuma liat dia makin membaik. Aku ngerasa buntu, kehilangan harapan, dan gak tahu harus gimana. Saran apa pun bakal berarti banget. Jazakumullah khairan.

+39

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Orang tuanya benar-benar toxic! Aku bakal kabur sejauh mungkin. Gak ada cowok yang sepadan dengan drama begitu, setakwa apa pun dia.

-1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Allah tunjukin belang mereka, lho. Mertua tuh bisa bikin hidupmu kayak neraka. Salat istikhara aja dan percaya sama firasatmu.

+2
saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, kalau dia memang sebaik itu dan mau berjuang buat kamu, jangan menyerah dulu deh. Tapi jaga hati kamu, ya, dan biarin dia yang selesain urusan sama keluarganya dulu.

0
saudari
Diterjemahkan otomatis

Kalau dia bener-bener konsisten soal agama, kasih dia waktu buat beresin urusan keluarganya. Siapa tahu mereka bisa luluh nanti. Tapi jangan buru-buru ambil keputusan sebelum lihat perubahan yang nyata, ya.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar