Apakah sudah waktunya aku melepaskan saat keluarganya membenciku?
Aku dulu deket sama cowok yang umurnya setahun lebih muda. Beberapa waktu lalu, ibunya dan kakak perempuannya datang ke rumahku dan bilang ke orang tuaku kalau mereka nggak setuju sama aku dan aku harus menjauh dari anak mereka. Keluargaku keras banget, jadi aku kena sita hp hampir sembilan bulan dan dapet hukuman yang berat. Selama masa itu, pelan-pelan aku move on. Beberapa bulan kemudian, sepupu-sepupu cowoknya ngontak aku bilang dia menderita, nangis-nangis, dan berhenti kuliah. Awalnya aku nolak, tapi mereka terus mendesak, jadi akhirnya aku ngobrol lagi sama dia. Dia minta maaf banyak banget soal kelakuan keluarganya, tapi aku nggak pernah benar-benar percaya lagi sama dia. Kita sering berantem karena aku pengen dia fokus sama pendidikan dan masa depannya biar bisa nikahin aku tanpa bergantung sama orang tuanya. Dia bohong soal banyak hal ke aku, dan sekali aku cek ke salah satu sepupunya tentang sesuatu yang dia bilang, sepupunya ngakuin kalau itu bohong. Lama-lama, waktu lagi bertengkar, dia mulai ngomong kalau keadaanku baik-baik aja, dia nyesel aku pernah muncul di hidupnya, dan kata-kata menyakitkan lainnya. Tapi tetep aja, aku jadi sangat terikat lagi sama dia. Waktu kita lagi nggak ngobrol, kadang-kadang aku nanya ke sepupu-sepupunya tentang dia atau hal-hal yang aku takut tanyain langsung, terutama karena aku takut dia bakal ngelibatin ibunya lagi. Semua chat itu cuma tentang dia aja. Belakangan aku tahu ternyata dia nggak deket sama sepupu-sepupu itu dan nggak tau sama sekali aku pernah ngobrol sama mereka. Dia juga pernah bilang ke aku dia nggak bakal maafin aku kalau aku sampai komunikasi sama cowok lain. Dua minggu lalu aku shalat istikharah. Malam itu dia keluar sampai jam 5 pagi dan ngirim fotonya, di situ aku lihat ada potongan baju perempuan. Awalnya dia ngaku nggak kenal ceweknya, terus bilang itu pelayan kafe. Dia ngasih nama kafe yang salah, tapi aku akhirnya nemu sendiri tempat aslinya. Itu kafe gaming yang mirip bar, ada musik dan campur cowok cewek. Aku sampai kontak pihak kafenya dan mereka bilang pelayan perempuannya nggak ada yang pakai seragam kayak yang dipakai cewek di foto itu. Pas aku konfrontasi dia, dia malah nuduh aku pura-pura nangis, bawa-bawa masalah keluargaku, dan bilang kalau bapakku bener-bener perlakuin aku dengan baik, aku nggak mungkin lari-lari ngejar dia. Dia ngancam bakal hubungin bapakku dan suruh bapakku “ngendaliin anak perempuannya.” Dia bahkan cerita ke ibunya kalau aku ngejar-ngejar dia dan sengaja dengerin voice note nangisku ke ibunya sebelum ngeblokir aku. Dua hari kemudian dia minta maaf, ngaku dia nggak tau apa yang ngerasuki dirinya, dan aku maafin dia karena aku sayang sama dia. Sekarang dia bilang mau nikahin aku dan janji keluarganya nggak bakal nyakitin aku, meskipun dia pengen kita tinggal serumah sama orang tuanya. Kekhawatiranku paling besar sekarang tuh kalau sepupu-sepupunya mungkin bilang ke dia kalau aku dulu pernah ngobrol sama mereka. Aku udah minta-minta banget ke mereka jangan kasih tau, dan mereka berdua bilang itu cuma bakal bikin masalah buat mereka juga, jadi mereka nggak akan bocorin. Tapi kalau dia sampai tau, aku yakin banget dia bakal ngadu ke orang tuaku soal semuanya. Dia juga pernah bilang ke aku, kalau aku yang ngeperlakukin dia kayak dia perlakuin aku, dia nggak bakal maafin aku, soalnya cintaku ke dia lebih gede daripada cintanya ke aku. Haruskah aku pergi dan pasrahin semuanya sama Allah? Dan menurutmu, ada nggak sih kemungkinan beneran sepupu-sepupunya suatu hari nanti buka mulut soal obrolan kita dulu?