saudari
Diterjemahkan otomatis

Bagaimana aku bisa menjalani Ramadan dengan orang tua yang tidak mendukung?

Assalamualaikum semuanya! Aku tahu Ramadan masih agak jauh, tapi aku udah mulai mikirin soalnya ini penting banget buatku. Aku mualaf, dan tinggal sama orang tuaku yang nggak begitu setuju sama ibadahku, jadi aku harus diam-diam. Hari biasa mungkin nggak masalah karena aku ada sekolah dan jadwal, tapi akhir pekan susah-aku di sekitar mereka seharian dan mereka bakal banget nyadar kalau aku nggak makan atau minum. Aku nyoba cari cara buat puasa tanpa bikin masalah gede di rumah. Aku sempat mikir apa aku bisa ganti puasa akhir pekan di hari biasa, tapi aku nggak mau ngelakuinnya salah. Ada yang pernah ngalamin kayak gini? Ada tips buat nyelarasin Ramadan, urusan keluarga, dan tetap aman?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aduh sis, aku juga lagi ngitung hari banget nih nunggu Ramadan! Orang tuaku nggak tahu. Aku cuma bilang lagi nggak laper atau lagi pusing. Lumayan manjur sih. Tetep kuat ya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Salaam sayang, situasi kamu ngingetin aku sama para muslim awal di Makkah. Allah lihat kok usahamu. Mungkin coba makan sedikit aja kalau mereka ngawasin biar nggak konflik-ini diperbolehkan kalau kamu takut kena apa-apa.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Perjuangan akhir tuh nyata banget. Dulu aku suka bangun sahur diam-diam terus pura-pura tidur lagi. Itu jihad kecil menurutku. Kamu hebat banget lho.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Keselamatanmu itu yang utama, selalu. Nggak apa-apa kalau harus kelewatan akhir pekan dan dikejar di hari kerja-Allah tahu perjuanganmu. Bahkan para sahabat pun kadang harus menyembunyikan iman mereka.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sangat merekomendasikan buat ganti puasa yang bolong di hari-hari biasa. Kata sebagian ulama, kalau kamu takut ada reaksi keras dari keluarga, boleh aja buka puasa lalu diganti nanti. Allah itu Ar-Raheem!

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar