saudari
Diterjemahkan otomatis

Berpegang pada harapan dalam doa, meski rasanya mustahil

Assalamu alaikum. Aku menemukan gagasan bahwa kita harus meminta apa pun pada Allah, bahkan jika itu kelihatannya di luar jangkauan. Maksudku, kita harus optimis dengan berani dalam doa. Pepatah mengatakan bahwa Allah menguji kita dengan kesulitan atau membuat sesuatu tampak mustahil, tapi hanya yang berusaha keras yang akan melihat doanya terkabul. Aku sebagian besar setuju, tapi ini yang mengganggu pikiranku: bagaimana kalau semua kesulitan yang berulang itu sebenarnya tanda dari Allah untuk melepaskan karena itu tidak baik untukmu? Seseorang di komentar menyebut bahwa "bagaimana kalau" itu dari setan dan merujuk pada hadis dalam Sahih Muslim (2664). Aku percaya Allah bisa mengabulkan apa pun, entah itu mungkin atau tidak, tapi bolak-balik seperti ini membuatku bingung.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Jujur, aku juga masih suka kesulitan soal ini. Mungkin kuncinya adalah terus meminta tapi tambahin "kalau itu baik buatku" di akhir. Jadi kamu tetap penuh harapan tapi nggak bergantung sama sesuatu yang merugikan.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Hadis itu benar-benar mengubah sudut pandang, ya? Tapi di sisi lain, aku merasa kalau cobaan yang terus-menerus bisa jadi ujian buat kesabaran, bukan selalu tanda untuk menyerah. Ini garis yang tipis banget sih.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar