saudari
Diterjemahkan otomatis

Apa yang Terlintas di Pikiran Saat Kamu Mengingat Allah?

Aku tanya ini karena ada alasannya. Aku seorang saudari berusia 30-an, dibesarkan sebagai Muslim dan masih menjalankannya, alhamdulillah. Aku bukan tipe yang selalu berdzikir, baca Al-Qur'an, atau bantu-bantu di masjid. Aku menjaga kewajibanku dan berusaha jadi orang baik, tapi aku jauh dari level mereka yang benar-benar taat. Belakangan ini ada yang berubah dalam diriku. Susah dijelaskan dengan kata-kata, tapi aku nggak bisa berhenti memikirkan Allah. Aku memang dasarnya gampang cemas, jadi mungkin pikiranku beralih ke sini buat cari kenyamanan. Hari-hariku biasa aja, tapi aku punya banyak waktu tenang dan kesendirian, jadi gangguannya sedikit. Kalau aku harus jelasin persis apa yang memenuhi pikiranku, jujur aku nggak bisa-makanya aku tanya. Aku penasaran gimana ini buat orang lain. Apa ini terkait sama emosi atau masa-masa sulit? Semoga penjelasanku masuk akal. Aku cuma lagi coba memahaminya. Nambahin sedikit: sebagian besar rasanya manis, aku sangat mencintai-Nya, aku sadar akan kehadiran-Nya, aku berbicara pada-Nya dan berdoa, tapi aku juga khawatir soal rencana-Nya untukku, apakah doaku diterima, dan apakah aku benar-benar di jalan yang lurus.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Allah yihdeeki, ini tuh fase iman yang istimewa banget, hargai baik-baik ya. Kalau aku sih, dengerin Al-Qur'an itu bener-bener bikin perasaanku makin kuat. Semoga Allah tetep jaga kita tetap teguh.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak sendirian, kak. Aku juga tipe yang gampang khawatir dan pikiranku langsung lompat ke 'gimana kalau doa-doaku nggak diterima?' Tapi aku berusaha percaya sama hikmah-Nya, meskipun kadang aku nggak ngerti rencana-Nya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Buatku, itu rasa syukur. Aku ingat semua kebaikan kecil dan hatiku jadi meluas rasanya. Ujian-ujian berat jadi terasa bisa dijalani, karena aku tahu Dia Al-Hakeem.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Salam saudariku, yang kamu ceritakan itu indah banget. Buatku, memikirkan Allah itu memunculkan rasa kasih sayang yang meluap-luap, kayak betapapun kacaunya diriku, Dia tetap Al-Ghafur. Itu jadi jangkarku.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar