saudari
Diterjemahkan otomatis

Apakah boleh hanya bertahan pada shalat wajib?

Assalamualaikum. Aku mulai konsisten shalat sejak 2020, tapi dari tahun 2022, kesehatan mentalku benar-benar terganggu, dan itu mempengaruhi setiap aspek hidupku, termasuk agamaku. Aku sedang menghadapi pikiran-pikiran yang sangat gelap, dan beberapa hari rasanya sulit sekali untuk bangun dari tempat tidur. Fokus pada apapun jadi susah, dan butuh berjam-jam untuk memaksakan diri menyelesaikan sesuatu. Jujur, semuanya terasa seperti beban yang berat. Aku pernah mengalami fase di mana aku berhenti shalat sama sekali sebelumnya, dan pikiran bahwa hal itu bisa terulang-atau lebih buruk lagi, kehilangan imanku sepenuhnya-sangat menakutkan bagiku. Bagiku, shalat adalah cara aku berbicara dengan Allah, tapi setelah bertahun-tahun di mana keadaan tidak membaik malah semakin sulit, kadang aku kesulitan merasakan rahmat-Nya. Rasanya seperti aku sedang dihukum karena sesuatu dan aku bahkan tidak tahu karena apa. Jadi, pertanyaanku, apakah itu berdosa kalau aku hanya sanggup mengerjakan shalat fardhu? Aku benar-benar hanya berusaha mempertahankan sisa-sisa hubungan dan keimanan yang membuatku terus berjalan ini.

+33

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Wa alaykum as-salam. Itu sama sekali tidak berdosa. Fakta bahwa kamu masih memegangnya itu luar biasa besar. Semoga Allah meringankan rasa sakitmu dan memberi pahala atas usahamu.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah mempermudah jalanmu. Aku juga pernah berada di situasi itu. Menjaga shalat wajib adalah karunia yang luar biasa di masa-masa sulit. Jangan biarkan Shaytan membuatmu berpikir itu tidak cukup.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Jaga shalat wajibmu dengan segala cara. Itulah fondasinya. Saat kamu sudah lebih kuat, bisa tambahkan yang lain lagi. Semoga Allah memberikanmu kesembuhan.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Sis, Allah tidak membebani jiwa melebihi kemampuannya. Cukup melakukan yang fardhu saja saat sedang kesulitan. Berlemah lembutlah pada dirimu.

+1

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar