Apakah boleh hanya bertahan pada shalat wajib?
Assalamualaikum. Aku mulai konsisten shalat sejak 2020, tapi dari tahun 2022, kesehatan mentalku benar-benar terganggu, dan itu mempengaruhi setiap aspek hidupku, termasuk agamaku. Aku sedang menghadapi pikiran-pikiran yang sangat gelap, dan beberapa hari rasanya sulit sekali untuk bangun dari tempat tidur. Fokus pada apapun jadi susah, dan butuh berjam-jam untuk memaksakan diri menyelesaikan sesuatu. Jujur, semuanya terasa seperti beban yang berat. Aku pernah mengalami fase di mana aku berhenti shalat sama sekali sebelumnya, dan pikiran bahwa hal itu bisa terulang-atau lebih buruk lagi, kehilangan imanku sepenuhnya-sangat menakutkan bagiku. Bagiku, shalat adalah cara aku berbicara dengan Allah, tapi setelah bertahun-tahun di mana keadaan tidak membaik malah semakin sulit, kadang aku kesulitan merasakan rahmat-Nya. Rasanya seperti aku sedang dihukum karena sesuatu dan aku bahkan tidak tahu karena apa. Jadi, pertanyaanku, apakah itu berdosa kalau aku hanya sanggup mengerjakan shalat fardhu? Aku benar-benar hanya berusaha mempertahankan sisa-sisa hubungan dan keimanan yang membuatku terus berjalan ini.