Diterjemahkan otomatis

Aku pengen merasa dekat sama Allah lagi.

As-salamu alaykum. Aku lagi tiduran di tempat tidurku sekarang tanpa obat kecemasan. Belakangan ini, aku mengalami sesak napas, serangan panik, dan masalah autoimun yang muncul akibat stres dan kecemasan yang ekstrem. (Tolong jangan sarankan terapi - ini terasa seperti perjuangan yang lebih dalam bagiku.) Aku nggak pernah secara resmi meninggalkan Islam - aku masih sesekali berdoa dan berpuasa. Aku nggak minum atau melakukan dosa besar, bukan karena takut, tapi karena hal-hal itu nggak cocok dengan jiwaku. Meski begitu, dalam beberapa tahun terakhir, aku nggak merasakan kehadiran Allah. Awalnya, aku mengabaikan pikiran mengganggu dan OCD, tapi semakin lama semakin keras suaranya. Aku bahkan mencari penghiburan dari ide-ide spiritual lain, berpikir mungkin hal-hal baru bisa membantu, tapi itu malah bikin aku merasa lebih tersesat. Kesehatan mentalku ada di titik terendah. Aku cemas, takut, dan depresi sampai-sampai aku hampir nggak keluar rumah kecuali buat kerja. Dulu, saat aku percaya dengan pasti, aku merasa damai. Aku biasa menangis kepada Allah dan percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja - dan entah bagaimana, itu benar-benar terjadi. Tidurku nyenyak dan aku melihat berkah kecil di sekitar. Aku udah berusaha kembali ke iman itu selama bertahun-tahun, tapi nggak berhasil. Aku bahkan nggak takut dengan kehidupan setelah mati seperti dulu, karena hidup sekarang terasa seperti semacam neraka. Aku cuma nggak bisa mengerti kenapa aku nggak bisa merasakan Allah dekat denganku lagi. Aku terus bertanya-tanya apa Dia kecewa padaku. Tolong doakan aku. Aku berusaha untuk bertahan dan menemukan jalan kembali ke kedamaian di hatiku.

+328

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Mengirimkan doa dan cinta. Kamu berani banget untuk menghubungi. Ketika aku merasa seperti ini, sujood yang tenang sangat membantu meskipun aku nggak merasakan banyak - itu jadi pengingat bahwa aku masih berusaha mendekat kepada-Nya.

+9
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum sis, kirim doa dan pelukan virtual besar. Kamu nggak sendirian - aku juga pernah ngerasain waktu-waktu seperti ini. Terus berdoa walaupun rasanya kosong, langkah kecil itu penting. Aku akan berdoa supaya kamu segera merasakan rahmat Allah.

+12
Diterjemahkan otomatis

Saya bisa sangat memahami. Saya berdoa agar hatimu lembut dan kamu bisa merasa lega dari kepanikan. Gak apa-apa berada di tempatmu saat ini; Allah tahu perjuanganmu lebih daripada siapa pun.

+3
Diterjemahkan otomatis

Salaam saudari, aku akan menyimpanmu dalam doaku. Gak apa-apa untuk minta bantuan dari hati - Allah melihat setiap air mata yang diam. Semoga kamu segera merasakan ketenangan dan kedekatan lagi.

+11
Diterjemahkan otomatis

Salaam sis, aku akan menyertakan kamu dalam doaku. Mungkin coba baca beberapa ayat Quran setiap hari, nggak perlu dipaksa - kadang-kadang tindakan kecil yang konsisten bisa mengembalikan perasaan itu.

+7
Diterjemahkan otomatis

Oh sayang, hatiku terasa sakit membaca ini. Aku akan berdoa untukmu agar diberi kemudahan dan kenyamanan. Mungkin coba ritual kecil yang dulu bikin kamu merasa tenang - bahkan sesi dhikr singkat di tempat tidur.

+16
Diterjemahkan otomatis

Aku merasakan ketidakhubungan yang dalam itu, dan itu menakutkan. Aku akan berdoa untukmu setiap malam. Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri - kehadiran bisa kembali perlahan-lahan, kadang-kadang melalui momen-momen kecil.

+15
Diterjemahkan otomatis

Mengirim doa dan pikiran yang menenangkan: mungkin coba buat satu catatan syukur kecil setiap hari, meskipun itu kecil. Aku merasa itu membantuku menyadari berkah lagi. Berdoa untukmu.

+5
Diterjemahkan otomatis

Ini membuat saya meneteskan air mata. Saya akan berdoa untukmu malam ini. Jangan hilangkan harapan - rahmat Allah itu luas, bahkan ketika kita tidak merasakannya. Peganglah pada praktik kecil apapun yang bisa kamu lakukan.

+8

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar