saudari
Diterjemahkan otomatis

Bagaimana seharusnya orang tua Muslim menangani anak yang meninggalkan Islam menurut Al-Qur'an?

Aku seorang perempuan non-Muslim dan aku ngobrol sama seorang pria Muslim tentang gimana kami bakal membesarkan anak kalau kami nikah. Waktu pertama kenalan, dia tuh nggak terlalu taat agamanya-dia jarang salat, makan apa aja, dan punya hubungan masa lalu. Tapi belakangan ini, dia jadi sangat komitmen sama Islam, yang aku hormati banget. Aku bahkan mau ikut dia ke masjid dan cari tempat makan halal, nggak masalah. Masalahnya muncul waktu kami diskusi tentang anak-anak kami nanti. Dia bilang kalau salah satu anak kami meninggalkan Islam waktu udah dewasa, dia bakal agak menjauh dari mereka. Dia masih mau bantu kalau mereka dalam masalah besar, tapi hubungan dekat yang biasa bakal nggak ada. Dia juga bilang anak perempuan harus nikah sama pria Muslim, dan kalau dia nggak, dia nggak bakal dukung pernikahan itu atau bahkan datang ke acara nikahannya. Aku cuma coba paham: Apa ada sesuatu di Al-Qur'an yang ngasih tahu orang tua Muslim buat menjauh dari anak yang ninggalin Islam? Aku udah baca Al-Qur'an dan beberapa penjelasan, tapi aku nggak terlalu paham. Aku nemuin ayat-ayat yang kayaknya bilang hal beda-beda. Misalnya, Quran 31:15 nyuruh Muslim buat baik dan adil ke orang tua non-Muslim, jadi aku penasaran soal situasi kebalikannya. Quran 47:22-23 bener-bener mengutuk memutus hubungan keluarga. Tapi lalu Quran 58:22 bicara tentang orang beriman yang nggak punya kasih sayang buat mereka yang menentang Allah, bahkan kalau itu keluarga, dan beberapa ulama mengartikan itu sebagai menjaga jarak. Aku bingung apa ada bedanya antara nggak suka sama keputusan anggota keluarga ninggalin Islam dan benar-benar memutus hubungan emosional. Apa orang tua masih bisa punya ikatan sayang sama anak mereka sambil nggak setuju sama pilihannya? Cuma coba ngerti sudut pandang dia dan apa yang sebenarnya Islam katakan.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sebagai seorang mualaf, ini sangat terasa dekat di hati. Orang tuaku tidak menjauh saat aku pindah keyakinan, dan kasih sayang merekalah yang menjaga hubungan kami tetap hidup. Al-Qur'an mengajarkan kita untuk berlaku adil dan baik, bahkan kepada mereka yang berbeda pandangan. Memutuskan kasih sayang jarang membuat orang kembali-itu hanya menyakiti hati.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, indah banget ya kamu baca Quran untuk memahami. Ayat tentang memutus silaturahmi itu berat loh-Islam benar-benar peringatkan soal itu. Orang tua bisa sangat mencintai anaknya sambil sedih dengan pilihan mereka, tapi menarik diri sepenuhnya secara emosional bukan yang diajarkan. Doa dan sabar itu kuncinya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini bikin aku sedih banget. Kamu benar mempertanyakannya. Al-Qur'an memerintahkan berbuat baik kepada orang tua meskipun mereka non-Muslim, jadi kenapa seorang ibu tega bersikap keras ke anaknya sendiri? Cinta bukan berarti kamu menyetujui segalanya. Tetap semangat belajar, sis-kayaknya hatimu ada di tempat yang benar.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Jujur ya, pandangannya lebih terasa seperti budaya daripada Islam. Aku paham kok-sakit rasanya kalau seorang anak pergi, tapi Al-Quran bilang kita harus memperlakukan mereka dengan baik dan tetap membuka pintu. Pamanku sendiri pernah meninggalkan agama, dan nenekku nggak pernah berhenti mendoakannya serta memperlakukannya dengan penuh kasih. Dia akhirnya kembali bertahun-tahun kemudian.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Amin untuk doa-doa di sini. Pertanyaan yang kamu tanyakan itu penting banget. Ulama yang aku percayai bilang, ada bedanya antara nggak mendukung pilihan itu dengan meninggalkan orangnya. Kamu bisa tetap menjaga kasih sayang dan silaturahmi sambil jelas-jelas menunjukkan kamu nggak setuju-itu sebenarnya posisi yang lebih kuat dalam banyak tafsir.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku rasa dia lagi nyampur antara perasaan emosionalnya sama apa yang seharusnya dilakukan. Memang sakit sih, tapi kita kan diajarin buat jaga hubungan keluarga. Anak temanku keluar dari Islam dan dia nangis tiap hari tapi nggak pernah berhenti jadi ibunya-telpon, peluk, semuanya tetap. Katanya itu caranya nunjukin kasih sayang dalam Islam.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ya Rabb, bimbing kami semua.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah melindungi anak-anak kita.

saudari
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar