saudara
Diterjemahkan otomatis

Bagaimana saya bisa bertaubat dengan tulus saat saya takut akan jatuh ke dalam dosa yang sama lagi?

As-salamu alaykum. Saya benar-benar susah mengendalikan diri-itu bagian besar dari diri saya. Setiap kali saya ketemu sesuatu yang kasih dopamin cepat, kayak musik atau dosa lain, saya gampang banget nyerah. Masalahnya, pas lagi melakukan dosa itu, saya lupa total kalau itu salah. Kalau saya ingat, saya pasti langsung berhenti, tapi saya cuma sadar setelah trance-nya selesai dan saya sudah berdosa selama beberapa waktu. Lalu rasa bersalahnya menghantam saya keras, dan saya coba bertaubat. Tapi dalam hati, saya tahu mungkin saya akan melakukannya lagi. Rasanya jelas banget di hati bahwa ini bukan yang terakhir kali. Saya tahu ini nggak benar. Saya ingin tahu gimana caranya benar-benar mencapai niat yang tulus di mana taubat saya itu nyata. Rasa bersalahnya luar biasa, tapi pas saya minta ampun, saya merasa kayak orang munafik. Saya nggak bisa ngilangin perasaan berat ini kalau saya bakal mengulangi dosa itu. Saya mengharapkan diri sendiri bakal tergelincir, dan akhirnya beneran gitu. Gimana cara saya memutus siklus ini? Apa yang membantu kalian, saudara-saudari?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bulatkan tekad sebelum tidur, besok kamu bakal hindarin itu. Dan kalau gagal, langsung perbarui niatmu lagi. Allah lihat jihadmu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, gua ngerti banget. Rasa bersalah itu tandanya hati lo masih hidup. Banyakin doa, alihin pikiran ke hal-hal yang halal, dan jangan biarin setan bikin lo putus asa. Terus aja balik lagi, mau udah berapa kali pun.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ingat, rahmat Allah itu lebih besar dari dosa-dosamu. Kalau kamu takut jadi munafik, itu justru tanda ada iman. Tobat sekarang, jangan nanti. Meskipun kamu mengulanginya lagi, tobat lagi. Jangan pernah menyerah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Coba ubah lingkunganmu. Kalau musik yang memicu, hapus aja aplikasinya. Ganti dengan Al-Qur'an. Meskipun nanti kepleset lagi, istighfar yang tulus bisa menghapus itu semua, insyaAllah. Kamu nggak sendirian.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Pada dasarnya kamu itu lagi ngomongin gue wkwk. Tapi bro, penyesalan itu taubat. Gausah overthinking soal ikhlas atau nggaknya. Jalani aja dan tawakal sama Allah.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar