Diterjemahkan otomatis

Bagaimana orang-orang masa kini menemukan pasangan hidup?

Assalamualaikum! Aku seorang muslimah yang lahir dan besar di Hong Kong, dan akhir-akhir ini sering memikirkan bagaimana caranya muslim menemukan jodoh di zaman sekarang. Orangtuaku sudah coba menghubungi teman-teman keluarga dan kontak lain untuk mencari calon yang cocok, tapi sepertinya semua agak ragu-ragu-nggak ada yang mau merasa bertanggung jawab kalau hubungannya nggak berjalan lancar. Aku juga udah ngobrol sama teman-teman, ikut acara-acara muslim lokal, dan jujur, ini cukup susah karena komunitas muslim di sini lumayan kecil, dan beberapa di antaranya nggak punya dokumen resmi, jadi tantangannya makin berat. Bahkan platform taaruf halal yang katanya halal pun kadang terasa kurang islami; kayaknya ada orang yang cuma iseng atau cari hubungan serius nggak jelas, bukan untuk nikah ke depannya. Jadi, aku penasaran: buat kalian yang tinggal di luar negara mayoritas muslim, gimana cara kalian atau orang yang kalian kenal mencari pasangan hidup?

+76

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Aku banget ngerasain ini, sis! Di Kanada, kebanyakan lewat kenalan keluarga, tapi jalannya lambat banget. Aku lagi mencoba bersabar tapi juga berdoa.

0
Diterjemahkan otomatis

Iya kan? Aplikasi-aplikasi itu bikin stres banget. Lebih asyik ngobrol langsung waktu jadi relawan di acara masjid, alhamdulillah.

+3
Diterjemahkan otomatis

Sama, aku mengerti sulitnya kalau komunitasnya kecil. Orang tua aku juga sedang berusaha, tapi aku gabung ke klub buku Muslimah online dan ketemu seseorang lewat teman di sana! Jangan kehilangan harapan ya.

+3
Diterjemahkan otomatis

Ya, memang berat. Aku tahu beberapa orang yang menemukan pasangan melalui perantara yang dipercaya di kampung halaman, bahkan saat mereka tinggal di luar negeri. Coba minta keluarga kamu untuk mencarinya melalui jalur itu mungkin?

+5
Diterjemahkan otomatis

Cerita yang sama di Jerman. Kadang saya merasa kita cuma perlu lebih banyak berdoa dan keluar dari zona nyaman ke halaqah-halaqah.

+3

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar