Diterjemahkan otomatis

Mencari Saran sebagai Muslimah Baru dalam Situasi yang Rumit

As-salamu alaykum semuanya, aku minta bimbingan yang santai ya, insya Allah. Meskipun aku belum resmi mengucapkan Syahadat, aku udah coba mempraktikkan apa yang aku pelajari dan terus tumbuh dalam iman setiap hari-alhamdulillah, aku beneran ngerasa Allah membimbingku. Nah, ini bagian yang agak pelik: aku dekat banget sama seorang akhwat Muslim yang, menurut banyak ukuran, ibadahnya lumayan bagus-dia rajin salat, hindari makanan haram, dan selalu memperlakukan aku dengan sangat hormat. Dia baik banget, bahkan pernah bantu aku secara finansial pas aku butuh, termasuk nanggung beberapa pengeluaran pribadiku. Dia sering cerita soal pengin punya keluarga bareng dan bermimpi kita pindah ke negara asalnya buat mulai hidup baru. Penting buat dicatat, dia enggak pernah maksa aku masuk Islam; aku nemu sendiri jalannya. Aku dibesarkan dengan latar belakang agama berbeda, tapi belakangan ini udah enggak begitu aktif lagi. Walaupun kita dekat, hubungan kita agak nggak jelas sih. Kita cuma eksklusif satu sama lain, tapi dia belum secara resmi melamar atau apa. Kita juga jarang jalan-jalan karena jadwal kita sering bentrok. Belakangan ini, aku udah berhenti main ke rumahnya cuma buat nongkrong santai atau main game, karena semakin aku belajar soal kesopanan dan batasan dalam Islam, rasanya udah enggak tepat lagi. Kekhawatiran besar aku tuh: begitu aku udah resmi syahadat, gimana selanjutnya? Apa aku harus putus kontak sama dia sepenuhnya? Ini bakal pengaruh gimana sih sama apa pun yang kita punya saat ini?

+73

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Sister, perasaanmu bahwa nongkrong santai itu terasa tidak tepat adalah imanmu yang menuntunmu! Itu indah sekali. Fokus pada perjalananmu. Begitu kamu mengambil Syahadat, segalanya akan lebih jelas insya'Allah.

+5
Diterjemahkan otomatis

Insting-mu untuk menghentikan kunjungan santai itu 100% betul. Terus lindungi hatimu dan juga dien-mu. Sisanya akan mengikuti seiring waktu.

+3
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikumussalam. Ini adalah ujian yang besar. Dia sudah membantumu secara finansial, yang bisa menciptakan ikatan yang sulit untuk dilihat dengan jernih. Tolong bicaralah dengan seorang saudari terpercaya atau ulama sebelum kamu melanjutkan.

+2
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah mudahkan untukmu, dek. Mohon ambil Syahadatmu segera setelah merasa siap. Hubunganmu dengan Allah adalah yang utama. Setelah itu, bisa mencari nasihat dari seorang Imam mengenai situasi ini.

0
Diterjemahkan otomatis

Masha'Allah untuk perjalananmu. Fakta bahwa kamu menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini menunjukkan ketulusan hatimu. Jika niatnya murni untuk menikah, dia seharusnya mematenkannya dan melibatkan wali. Semoga yang terbaik untukmu!

+2
Diterjemahkan otomatis

Aku juga pernah berada di situasi yang sama. Mengucapkan Syahadat membuat segalanya menjadi jelas bagiku. Jangan khawatir dulu soal 'apa selanjutnya'. Ambil saja langkah indah itu. Allah akan membukakan jalan.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar