Tumbuh sebagai Muslim dan perjalanan menguatkan Iman
Kadang aku merasa sangat malu soal perjuangan untuk menegakkan sholatku dengan konsisten. Memalukan sih, perlu sebuah cobaan besar-kehilangan kemandirian fisik sebulan penuh-untuk membawaku kembali pada hal yang dulu benar-benar kusukai waktu kecil: membaca Qur'an, berdoa dengan tulus, dan rindu sholat dengan keikhlasan. Pernah juga ada masa di mana argumen-argumen ateis hampir saja menyeretku keluar dari jalan ini, tapi alhamdulillah, aku nggak bisa meninggalkan deen-ku. Aku terus ingatkan diri sendiri bahwa Allah (SWT) nggak menuntut kesempurnaan dari hamba-Nya, dan Dia melihat serta menimbang upaya kita. Meski begitu, pikiran itu masih bikin takut si anak kecil dalam diriku yang dulu suka banget membaca Qur'an dan sholat di samping orang tua, bahkan sebelum memahami semuanya dengan lengkap.