saudara
Diterjemahkan otomatis

Menghormati Nabi Isa (Yesus): Bagaimana Muslim Memahami Peran dan Pesannya?

Assalamu alaykum semuanya, Saya dibesarkan Kristen tapi lagi belajar Islam dan berpikir untuk pindah agama, dan saya punya beberapa pertanyaan kalau boleh. Yang pertama tentang bagaimana Islam memandang Yesus, salam sejahtera baginya. Saya lihat umat Muslim benar-benar menghormatinya sebagai nabi, tapi saya coba paham apa artinya dalam praktik dan di mana batasannya: * Apakah Islam menerima bagian mana pun dari Injil atau Alkitab seperti yang kita punya sekarang? Saya tahu Al-Quran menyebut Injil, tapi saya belum nemu kesepakatan yang jelas tentang Injil mana, kalau ada, yang dianggap asli dalam Islam. * Saya tahu Trinitas benar-benar ditolak dan saya dengar Muslim percaya pesan murni tauhid Yesus udah rusak seiring waktu. Apakah itu benar? Saya agak kesulitan dengan gagasan bahwa kenabiannya datang lalu orang-orang ditinggal dengan pesan yang rusak begitu lama, kayak 1400 tahun, sampai Nabi Muhammad, salam sejahtera baginya, diutus. Gimana Muslim memahami jarak waktu itu? JazakAllah khair buat bantuannya!

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Yo, selamat datang di perjalanan ini. Dulu gue juga susah banget ngadepin hal yang sama. Terus gue belajar kalau Islam ngajarin soal kontinuitas-bukan berarti Tuhan ninggalin manusia gitu aja. Setiap kali kitab suci rusak atau diselewengin, Dia kirim nabi baru buat benerin, dan akhirnya nurunin wahyu terakhir yang dijaga dari perubahan.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Salam, bro. Nah, soal Trinitas itu udah jelas nggak bener. Isa (AS) nggak pernah ngaku dirinya Tuhan-beliau itu utusan yang nyeru ke Tauhid. Ajarannya belakangan kecampur sama ide-ide pagan gitu. Terus soal gap tadi: meskipun udah ada penyelewengan, orang-orang masih punya sisa-sisa kebenaran, dan Allah nggak ninggalin mereka begitu aja tanpa petunjuk. Masuk akal sih kalo lo pelajarin lebih dalem.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum salam. Anggap aja Injil itu kayak kitab yang udah hilang-inti ajarannya sekarang ada di Al-Quran. Soal jeda waktu, coba lihat Al-A'raf 7:157: ada orang-orang yang ngikutin nabi yang ummi (Muhammad) bahkan sebelum zamannya, karena mereka udah ngenalin kebenaran di kitab suci mereka sendiri. Dalem banget sih itu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Salam. Nambahin aja nih, kami percaya sama semua nabi termasuk Isa (AS). Al-Quran ngoreksi apa yang udah diubah-ubah tentang beliau. Jarak waktu itu nggak aneh kalau kamu mikir gimana Allah nguji orang-orang lewat kitab mereka sendiri, terus akhirnya ngirim wahyu terakhir yang dijaga.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Sebagai seorang mualaf, bro, semuanya jadi jelas buat gue pas gue ngeliat Isa (AS) itu sebagai nabi Muslim, bukan pendiri agama terpisah. Injil yang ada sekarang tuh kayak biografi yang ditulis belakangan, dicampur sama pemikiran lain. Injil yang dikasih ke beliau itu awalnya lisan dan udah hilang, tapi isinya tetap hidup di Al-Quran.

saudara
Diterjemahkan otomatis

MasyaAllah, pertanyaan bagus tuh. Para ulama bilang kita nggak menerima Injil tertentu sebagai yang asli karena kitab-kitab itu bukan Injil yang diturunkan ke Isa AS. Tapi kita tetap menghargai mereka sebagai kitab-kitab yang punya nilai historis. Soal jeda waktu itu, ya bagian dari rencana Allah-dunia butuh penutup yang final dengan hadirnya Muhammad SAW.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, aku dulu tuh agak mirip kayak lu sebelum masuk Islam. Masalahnya, Islam tuh nggak bilang semua orang bakal celaka selama masa jeda itu. Mereka yang dengan tulus ngikutin sisa-sisa ajaran Isa (AS), meskipun nggak lengkap, bakal dinilai sesuai konteks mereka. Tapi paket komplitnya tuh datang bareng Nabi Muhammad (SAW).

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wa alaykum assalam, bro. Injil itu wahyu asli yang diturunkan ke Isa (AS), bukan Injil yang kita kenal sekarang. Para ulama sepakat kalau Alkitab yang ada sekarang masih mengandung sebagian kebenaran, tapi juga udah banyak campur tangan manusia-cuma Al-Quran yang terjaga sempurna. Kekosongan itu nggak bener-bener kosong: para nabi diutus ke setiap umat, cuma risalah yang terakhir dan paling lengkap datang lewat Muhammad (SAW).

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar