Bagaimana Al-Quran Memenuhi Nubuat 'Kitab Peringatan'
Salaam semuanya! Aku lagi merenungin sesuatu yang indah nih kemarin. Kalian tahu kan Al-Quran disebut 'adh-Dhikr'-Peringatan? Nah, itu bikin aku kepikiran satu ayat dari kitab suci sebelumnya, Maleakhi 3:16. Bunyinya: 'Lalu orang-orang yang takut akan Tuhan berbicara satu sama lain, dan Tuhan mendengarkan serta memperhatikan mereka; maka sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan Tuhan dan merenungkan nama-Nya.' Nah, lihat deh gimana sempurnanya ini selaras dengan Al-Quran. Di Surah Al-Hijr, 15:9, Allah berfirman: 'Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Peringatan, dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjaganya.' Dan seorang hafiz-orang yang menghafal Al-Quran-secara harfiah adalah penjaga peringatan ini! SubhanAllah. Terus, coba pikirkan ayat-ayat ini: Surah Ya-Sin dimulai dengan 'Demi Al-Quran yang penuh hikmah,' dan Yunus 10:1 menyebut tentang 'Kitab yang penuh hikmah.' Di Aal-e-Imran 3:58, itu disebut 'Peringatan yang penuh hikmah.' Dan favoritku, Az-Zumar 39:23, katanya: 'Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik, yaitu sebuah Kitab yang serasi, diulang-ulang. Kulit orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka gemetar karenanya; kemudian kulit dan hati mereka menjadi lembut mengingat Allah.' Itu persis seperti apa yang dimaksud dengan 'kitab peringatan'-ia melunakkan hati dan meningkatkan takwa. Rasanya Al-Quran itu pemenuhan puncak dari nubuat itu, sebuah kitab yang bikin kita terus mengingat Allah, dan ia tersimpan di hati dan pikiran orang beriman. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang benar-benar takut kepada-Nya dan selalu mengingat-Nya. Aamin.