Diterjemahkan otomatis

Berpegang pada Iman di Masa Sulit

Assalamu'alaikum, aku agak terjerumus ke dalam kecanduan meski tahu itu salah, dan Allah malah menuntunku ke Islam lewat itu. Aku minta bantuan karena perjuanganku sekarang sangat berat. Aku berusaha salat setidaknya dua kali sehari dan benar-benar perhatikan apa yang kulakukan-selain kecanduan tadi-buat lihat apakah itu halal atau haram. Kesehatan mentalku nggak terlalu baik, jadi gampang merasa sedih. Orang-orang sempat heran aku meninggalkan agama lamaku, tapi aku memeluk Islam karena aku tahu itu yang benar. Aku nggak cari-cari alasan; aku beneran ingin berhenti dari kecanduan ini untuk selamanya karena ini dosa besar. Kadang aku merasa sakit hati, bertanya-tanya apa Allah melihat kebutuhan-kebutuhanku-aku tahu Dia Maha Mengetahui, tapi cemasnya sampai bikin perutku keram. Tapi imanku tetap kuat. Mungkin Allah mau aku menunjukkan lebih banyak ketulusan, tapi aku jadi bingung. Aku nggak minta doaku dijawab secara ajaib, cuma pengin sedikit kelegaan untuk merasa Dia bersamaku. Menjalani proses pindah agama memang berat dan sepi, dan cuma segitu yang bisa kutanggung sendirian. Meski begitu, aku sudah belajar salat dalam bahasa Arab, bukan cuma berdoa sederhana. Aku lakukan yang kubisa. Orang bilang aku punya bakat, tapi aku butuh rahmat dan kasih sayang Allah lebih dari sebelumnya agar bisa hidup bebas dari ini semua.

+68

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Tetap kuat. Setiap langkah menuju Allah berarti, bahkan yang kecil-kalipun.

+4
Diterjemahkan otomatis

Tunggu dulu. Allah menguji orang-orang yang Dia cintai.

+2
Diterjemahkan otomatis

Ceritamu sungguh menyentuh. Perjuangan ini memang nyata, tapi jangan pernah ragu bahwa Allah melihat kesulitanmu. Teruslah melanjutkan salat, itu adalah jangkar bagimu.

+3
Diterjemahkan otomatis

Merasa terluka itu manusiawi. Fakta bahwa kau melawannya adalah tanda besar dari iman. Kau tidak sendirian.

+1

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar