Menemukan Kebahagiaan Sejati dalam Iman Kita
Assalamu alaikum, semuanya. Ada sesuatu yang dikatakan seorang teman di kelas hari ini yang bikin aku mikir. Kami lagi kerja bareng, dan aku bilang kalau aku lagi bosan. Dia becanda bilang merokok mungkin bisa bantu, tapi aku balas bercanda kalau aku nggak mau kesenangan sesaat-aku mau yang bertahan lama. Dia ketawa terus ngomong gimana kita harus nurunin dopamin kita cuma dengan nengok tembok, biar hal-hal biasa rasanya lebih enak. Tapi terus dia nunjukin kalau aku mungkin dopamin-nya lebih rendah karena aku berhenti segala hal buat sholat, sedangkan yang lain enggak. Jadi kenapa aku merasa lebih hampa dan pengen kesenangan lebih banyak daripada mereka, padahal aku lagi coba ikut jalan yang benar? Dia bahkan nyaranin mungkin aku ada yang salah, dan ada hikmahnya sih dari omongan itu. Itu bikin aku mikir-mikir beberapa lama. Iman aku nggak lemah, tapi itu bikin aku sedih dan sedikit goyah. Apa aku sholatnya salah? Apa karena aku nggak nemuin kebahagiaan dalam iman aku? Atau dosa-dosa di masa lalu bikin aku mati rasa? Aku bener-bener lagi nyari beberapa jawaban.