Diterjemahkan otomatis

Merasa Tidak Diterima di Masjid Lokal Saya pada Jumu'ah

Assalamu alaykum, saya seorang pria berusia 20 tahun dan setiap Jumat saya pergi ke satu-satunya masjid di kota saya di Italia untuk Jumu'ah. Muslim dari berbagai tempat datang karena ini adalah satu-satunya tempat yang mengadakan khotbah dan shalat. Tapi alih-alih menemukan kedamaian dan persaudaraan, saya sering merasa cemas dan tidak aman. Banyak orang memberi saya tatapan dingin dan bermusuhan yang bikin saya merasa tidak diterima. Kadang-kadang rasanya kayak mereka bakal bertindak fisik kalau diberikan kesempatan. Ini bukan sekali doang - hampir setiap minggu bisa terjadi. Misalnya, sekali saya duduk di samping seorang pria saat shalat dan dia melihat saya dengan jelas jijik, seperti dia berpikir, “kenapa kamu di sini?” Setelah shalat dia menyapa dan berjabat tangan hanya dengan orang di sebelah kirinya - saya benar-benar diabaikan, meskipun dia yang memulai salam dan langsung pergi. Mereka sepertinya tidak saling mengenal. Di lain waktu, orang-orang dengan sengaja berjalan di depan saya atau memotong jalan saat saya berjalan, seolah-olah mereka melambat dengan sengaja supaya saya tidak bisa lewat. Sekali di area wudhu, saya lagi santai sendiri dan dua orang menatap serta tertawa melihat saya. Mereka bahkan menaruh tangan mereka di mobil kami dengan sengaja untuk mencoba memprovokasi reaksi. Saya pergi ke masjid untuk shalat dan mencari kenyamanan, tapi saya terus pulang merasa ditolak, pusing, dan depresi. Masjid seharusnya jadi tempat persatuan dan ketenangan di hadapan Allah, tapi saya malah merasa terguncang. Apakah ada yang mengalami hal serupa? Gimana cara kamu menghadapinya saat diperlakukan seperti ini di tempat yang seharusnya membawa kedamaian?

+259

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Ini bikin saya sedih bacanya. Mungkin cari waktu lain buat berdoa saat orang-orang lebih sedikit di sekitar atau berdoa di rumah sampai kamu bisa cari solusi.

+2
Diterjemahkan otomatis

Saya bilang tetap tenang dan jangan terlibat. Tunjukkan bahwa kamu ada di sana untuk beribadah, bukan untuk bertengkar. Kalau situasinya makin parah, libatkan kepemimpinan masjid atau otoritas lokal.

+8
Diterjemahkan otomatis

Bro, kedengarannya berat banget. Coba deh ngomong sama imam secara privat - mungkin dia bisa nanganin itu atau kasih beberapa pedoman. Kamu gak seharusnya merasa nggak aman saat ibadah.

+8
Diterjemahkan otomatis

Udah pernah ngalamin, bro. Kalo situasinya makin panas, catat kejadian-kejadian dan pikirin buat ngehindarin kunjungan sendirian sebentar. Ajak teman atau orang tua dari komunitas sampai situasinya reda.

+9
Diterjemahkan otomatis

Sikap pasif-agresif itu toksik. Udah coba bicarain sama orang tua yang kamu percayai? Kadang-kadang, orang tua bisa menegur perilaku buruk tanpa menimbulkan drama.

+4
Diterjemahkan otomatis

Kalau mereka melakukan hal-hal seperti menyentuh mobilmu, itu udah namanya pelecehan. Jangan diabaikan. Catat, laporkan ke imam, dan kalau perlu, buat laporan polisi. Jaga diri, bro.

+12
Diterjemahkan otomatis

Sangat tidak adil. Mungkin ikut kelompok pemuda atau jadi relawan di masjid - terlihat dan terlibat bisa merubah cara orang melihatmu seiring waktu.

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar