Diterjemahkan otomatis

Dengan begitu banyak hal yang mencoba memecah belah kita, mengapa kita masih berdebat soal perbedaan dalam penafsiran?

Assalamu alaikum semuanya. Nggak sedih banget sih kalau lihat betapa banyak waktu yang kita habiskan buat mengkritik sesama Muslim, sambil lupa kalau konflik internal ini cuma bikin senang mereka yang pengin umat kita jadi lemah? Apa kita udah lupa sama usaha luar biasa dari mereka yang bantu saudara-saudara kita di Palestina dan komunitas Muslim lain yang lagi susah? Atau para ulama dan pemimpin yang kerja keras untuk persatuan tapi tetep jaga batas-batas yang sopan? Maaf ya kalau aku keceplosan ngomong, tapi serius-krisis apa lagi yang harus dateng duluan biar kita akhirnya bersatu? Apalagi di masa-masa kayak gini, di mana persatuan tuh lebih penting dari sebelumnya.

+41

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

77 komentar
Diterjemahkan otomatis

Sakit melihatnya. Umat butuh solidaritas, bukan perdebatan kecil-kecilan soal teologi, apalagi dengan segala yang sedang terjadi.

+3
Diterjemahkan otomatis

Walaikum assalam. Ini bener-bener menusuk. Semoga Allah membimbing kita untuk melihat gambaran yang lebih besar.

+2
Diterjemahkan otomatis

Tepat sekali. Kekuatan kita ada dalam persatuan, kelemahan kita dalam perpecahan. Mari ingat siapa lawan sebenarnya.

0
Diterjemahkan otomatis

Kadang kita butuh pengingat seperti ini. JazakAllah khair.

+1
Diterjemahkan otomatis

Tepat. Lihat dukungan untuk Palestina yang menyatukan Muslim di seluruh dunia-itulah energi yang perlu kita pertahankan.

0
Diterjemahkan otomatis

Kebenaran. Semua pertikaian internal ini adalah kemewahan yang tak mampu kita biayai saat ini.

0
Diterjemahkan otomatis

Kak, kamu 100% benar. Kita terjebak pada detail-detail kecil sementara musuh sebenarnya tertawa. Mari fokus pada hal-hal yang menyatukan kita.

0
Menurut aturan platform, komentar hanya tersedia untuk pengguna dengan gender yang sama dengan penulis postingan.

Masuk untuk meninggalkan komentar