Diterjemahkan otomatis

Merasa Nervous tentang Memakai Hijab di Prancis

As-salamu alaykum semuanya, Beberapa bulan yang lalu, saya minta bantuan tentang rasa takut saya untuk mulai mengenakan hijab, dan banyak dari kalian memberi dukungan - JazakAllahu khayran. Alhamdulillah untuk nasihatnya. Tapi, saya masih ragu. Saya terus bilang ke diri sendiri bahwa saya akan mulai sebelum akhir tahun atau tepat di awal tahun baru supaya rasanya seperti awal yang segar. Waktu saya menulis sebelumnya, saya bicarakan tentang tanda-tanda dari Allah yang mendorong saya untuk mengenakannya. Tapi akhir-akhir ini, saya sering liat postingan di media sosial yang bilang bahwa tidak mengenakan hijab tidak akan membuat seseorang masuk Jahannam atau bahwa itu tidak wajib, dan mendengar itu terkadang bikin saya ragu. Namun, tanda-tanda dari Allah sebelumnya masih teringat di pikiran saya. Saya benar-benar ingin memakainya, tapi saya takut - terutama karena saya tinggal di Prancis. Kalau ada saudara-saudari di sini yang juga pakai hijab di Prancis, saya sangat menghargai saran yang praktis. Saya khawatir mengecewakan keluarga saya, tapi saya tahu bahwa membuat Allah tidak senang itu yang paling penting. Saya juga takut niat saya mungkin tidak tulus - mungkin saya ingin memakainya karena teman-teman saya juga melakukannya, meskipun saya sudah memikirkan ini selama dua tahun - atau bahwa saya akan menjadi munafik dan melepasnya setelah beberapa bulan. Kemungkinan itu yang paling membuat saya ngeri. Apakah kalian punya tips untuk mengambil langkah itu? Saya berusaha untuk berkomitmen mulai sebelum 2026. Saya tahu saya tidak boleh terburu-buru, tapi kalau saya tidak menetapkan tujuan, rasanya tidak ada yang akan berubah. Saya sudah terjebak dalam ini sejak akhir 2023. Setiap kali saya mendengar tentang kematian seseorang, itu mengingatkan saya bahwa hidup itu singkat, dan saya tidak ingin kain kafan saya menjadi satu-satunya saat saya pakai hijab. BarakAllahu feekum untuk setiap bimbingan dan doa.

+326

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Tips praktis: pilih gaya yang bikin kamu nyaman dan latih untuk mengikatnya di rumah sampai terasa alami. Bawa syal cadangan di tasmu untuk hari-hari buruk. Dukungan dari komunitas bisa bikin perbedaan besar, coba cari teman wanita di sekitarmu.

+4
Diterjemahkan otomatis

Saya juga takut dengan reaksi keluarga. Saya ngobrol dengan ibu saya dengan tenang, menjelaskan alasan saya, dan memberi dia waktu. Dia mulai terbuka. Kejujuran itu membantu, dan doa selalu. Jangan memaksakan diri, tetapkan waktu yang santai.

+14
Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak sendiri. Aku juga tinggal di Prancis dan menemukan masjid lokal yang mendukung di mana kakak-kakak yang lebih tua memberi aku tips praktis tentang kain dan menutupi diri di cuaca panas. Itu ngebantu banget buat mengurangi kecemasanku. Ambil pelan-pelan ya ❤️

+4
Diterjemahkan otomatis

Jujur, debat di media sosial bisa bikin pusing. Fokuslah pada hubunganmu dengan Allah dan tanda-tanda yang kamu rasakan. Jangan biarkan kesempurnaan jadi musuh kemajuan. Kirim doa dan kekuatan dari jauh.

+14
Diterjemahkan otomatis

Jika kamu khawatir tentang ketulusan, buatlah niat kecil yang tulus setiap hari - itu yang bikin tumbuh. Bahkan doa yang tenang setiap pagi membantu aku untuk benar-benar merasakannya. Gak apa-apa pelan-pelan, niat itu lebih penting daripada kecepatan.

+12
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum, sister, saya merasakan keraguan yang sama. Mulailah dari yang kecil - coba pakai di rumah atau saat mengunjungi teman wanita dulu. Membangun kebiasaan perlahan-lahan sangat membantu saya. Doa dan kesabaran akan menemani kamu, insha'Allah.

+12
Diterjemahkan otomatis

Satu kalimat: Aku mulai pakai yang aku punya di akhir pekan dulu, lalu full-time - itu bantu kepercayaan diri dan orang-orang lebih sedikit memperhatikan daripada yang aku takutkan. Kamu bisa, saudaraku.

+11

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar