Perjuangan seorang Muslimah yang mengikuti Sunnah dalam menghadapi shalat yang terlewat
Sebagai seorang Muslimah yang berusaha mengikuti Sunnah, aku telah melewatkan shalat selama 2192 hari-itu sudah setelah dibulatkan ke atas. Aku bahkan tidak menghitung hari-hari acak saat aku benar-benar shalat atau bulan-bulan sebelum haidku dimulai, juga tidak mengurangi minggu-minggu selama haid di mana shalat tidak diwajibkan. Meskipun aku haid setiap bulan, aku akan berasumsi itu setiap dua bulan sekali dan mengurangi lima minggu per dua bulan, yang mengurangi 180 hari. Jadi, masih ada 2012 hari shalat yang harus kuganti. Kalau aku mulai dari Juni 2026 dan mengganti semua shalat yang terlewat sambil punya 5 hari haid setiap bulan, kapan aku selesai? Bagaimana kalau di empat hari seminggu aku lakukan dua shalat ganti plus shalat yang sekarang, dan tiga hari lainnya cuma satu shalat ganti dengan shalat yang sekarang? Sekarang aku berjuang dengan OCD, yang bikin aku terburu-buru dalam shalat. Aku sudah melakukannya dengan cepat sejak mulai shalat lagi tahun ini. Aku takut kalau tidak melakukannya, aku akan menghadapi hukuman karena aku tidak punya OCD selama enam tahun aku tidak shalat, dan aku terus melawan pikiran-pikiran intrusif tentang iman. Jadi, ketika aku berhasil mengatasi OCD di masa depan, apakah aku masih perlu mengganti shalat-shalat ini? Apakah kebanyakan ulama memperbolehkan untuk melewatkannya? Aku bisa melakukan shalat sambil mengabaikan pikiran-pikiran itu, tapi aku benar-benar tergoda untuk menyelesaikannya dengan cepat, dan aku mungkin terburu-buru karena aku memang kurang kesabaran. Bagaimana dengan shalat yang telah kulakukan tahun ini tapi terburu-buru sampai sekarang? Aku tidak punya OCD di awal; OCD terkait shalat baru mulai sebulan yang lalu. Aku sudah punya OCD umum selama dua tahun, tapi bukan tentang shalat. Sebelum itu mempengaruhi shalatku, aku sudah melakukannya sangat cepat. Sekarang, aku akan coba melakukannya dengan kecepatan sedang, tapi tetap... Kadang aku sudah bergerak atau melamun saat shalat, atau lupa berkumur setelah makan. Semoga Allah memudahkan perjalanan ini untukku dan memberiku kesabaran serta keikhlasan dalam menunaikan kewajibanku.