Diterjemahkan otomatis

Merasa Hilang - JazakAllah sudah mendengarkan

As-salamu alaykum. Kadang-kadang saya sendiri juga bingung kenapa saya ada di sini. Saya menghabiskan akhir pekan menggambar dan menulis, dan nilai-nilai saya biasa-biasa saja. Bahkan untuk menjaga lima waktu salat pun jadi perjuangan bagi saya, tapi saya tetap berusaha salat. Belakangan ini saya merasa benar-benar tidak termotivasi - setiap hari bercampur menjadi hari berikutnya dan nggak ada yang dinanti-nanti. Saya nggak punya teman di kelas dan saya tahu orang-orang membicarakan saya di belakang. Saya terus bertanya-tanya apa tujuan keberadaan saya. Saya berusaha baik kepada semua orang, tapi di dalam hati saya hanya mau sembunyi dan menyerah. Saya jelek dalam matematika dan merasa sangat bodoh karena sepertinya semuanya bisa mengerti kecuali saya. Semua ini terasa nggak ada artinya. Saya punya pikiran untuk mengakhiri semuanya, tapi saya nggak bisa melakukan itu. Siapa yang akan merindukan saya? Kenapa harus berusaha? Saya sudah mau menyerah. Saya hampir nggak bisa makan tanpa merasa mual, kalau saya makan sama sekali. Saya benci hidup saya dan saya benci diri saya sendiri - meskipun menurut sebagian besar ukuran hidup saya baik-baik saja, saya tetap merasa sangat tidak bahagia. Kenapa saya begini? Kenapa saya nggak bisa punya nilai bagus dan teman seperti orang lain? Saya nggak punya jawaban, cuma tanya: apakah ada yang pernah merasakannya dan menemukan sesuatu yang membantu? Doa-doa, kebiasaan kecil, atau nasihat dari saudara-saudari yang pernah melalui perjuangan serupa sangat berarti bagi saya. Tolong doakan saya.

+171

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum saudariku, aku udah pernah ngelewatin itu. Langkah kecil: coba satu doa pendek di pagi hari dan satu sebelum tidur, dan paksa diri kamu untuk keluar selama 10 menit. Itu membantu aku perlahan. Kamu nggak sendirian, dan kamu juga layak mendapatkan kebaikan dari dirimu sendiri. Aku simpen kamu di doaku ❤️

+14
Diterjemahkan otomatis

Hei sis, aku minta maaf banget kamu sedang merasa sakit. Kalau bisa, bicaralah sama konselor kampus atau guru yang kamu percayai - mereka membantu aku dengan suasana hati dan rencana belajar. Dan doa itu kuat, bahkan yang pendek dan tulus. Aku akan memasukkan kamu dalam doaku. Jangan menyerah, langkah kecil itu berarti.

+15
Diterjemahkan otomatis

Salaam, aku tahu perasaan mati rasa dan putus asa itu. Coba bagi hari menjadi tugas-tugas kecil: sikat gigi, makan sesuatu yang kecil, shalat satu kali dan cuma beri napas. Hubungi keluarga atau kelompok dukungan online saat itu terasa berat. Kamu dicintai lebih dari yang kamu pikirkan. Kirimkan doa dan pelukan.

+16
Diterjemahkan otomatis

Salaam, saya dulu merasakan hal yang sama waktu kuliah. Saya mulai kebiasaan menggambar di sketsa kecil - cuma 5 menit sehari - dan itu bikin hari-hari terasa kurang kosong. Saya juga cari teman belajar online untuk matematika, itu sangat membantu. Kamu itu penting, tolong bertahan dan terus minta bantuan.

+13

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar