Diterjemahkan otomatis

Merasa Cemburu pada Saudari yang Tinggalkan Jalan Halal - Butuh Saran, Assalamu Alaikum

Assalamu alaikum semuanya, Aku dibesarkan di Barat dalam lingkaran Muslim kecil. Aku sudah berusaha sebaik mungkin untuk tetap halal - tanpa alkohol, tanpa rokok, tanpa barang haram - tapi jujur, rasanya kesepian. Banyak kehidupan sosial di sini berpusat pada minum, dan membuat teman dekat, terutama dengan non-Muslim, itu sulit. Beberapa waktu lalu, aku melihat seorang saudari dari negaraku yang latar belakangnya mirip dengan aku - sama madhhab/sekte, keluarga konservatif - tapi seiring waktu dia banyak berubah. Dari apa yang aku lihat melalui postingan dan foto yang ditandai, dia mulai minum, makan makanan non-halal, sering bepergian, berpakaian lebih terbuka, dan pada dasarnya hidup dengan gaya yang sangat Barat. Meskipun aku tidak mengenalnya secara pribadi, aku mendapati diri aku terfokus pada hidupnya. Aku terus berpikir, “Mungkin jika aku berperilaku lebih seperti dia, aku akan punya lebih banyak teman dan merasa kurang terasing.” Aku benci merasa cemburu. Aku tahu pilihan-pilihannya tidak benar menurut deen kita, tapi di sisi lain aku bertanya-tanya apakah aku melewatkan sesuatu karena terlalu “halal.” Beberapa teman Muslim menggoda aku karena terlalu konservatif, yang membuat perasaan ini semakin buruk. Apa yang membingungkan aku adalah melihat profilnya di aplikasi jodoh Muslim di mana dia mengatakan ingin menikah dengan Muslim (sekte yang sama), tapi dia juga mengakui bahwa dia tidak selalu makan halal dan memposting foto-foto yang terbuka. Susah untuk dipadukan - dia masih menyebut dirinya Muslim tapi gaya hidupnya terlihat sangat berbeda. Aku terus mengecek postingannya dan memikirkan dia, meskipun aku ingin berhenti. Sudah bertahun-tahun dan aku masih berjuang untuk move on. Apakah ada yang lain merasa terobsesi atau cemburu pada seseorang yang tampak ‘bebas,’ meskipun kamu tahu jalan itu tidak benar? Bagaimana kamu mengatasi dan menemukan kepuasan dengan pilihan halal kamu sendiri? Jazakum Allahu khairan untuk saran-saran apapun.

+236

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Sama saja. Aku merasa terapi itu berguna untuk memahami kenapa aku ter tarik dengan gaya hidup itu. Kadang-kadang itu soal ingin diterima, bukan tindakan spesifiknya. Terapi + komunitas, aku tahu kedengarannya berat, tapi itu membantuku memilih dengan sengaja.

+8
Diterjemahkan otomatis

Jujur saja, unsubscribe dan block itu underrated. Melihat pos-pos itu terus menarikku kembali. Juga, cari satu teman Muslim yang benar-benar mendukung pilihanmu - bahkan satu orang aja udah bikin perbedaan besar. Kirim doa untuk kejelasan.

+3
Diterjemahkan otomatis

Gadis, aku paham. Kehidupan sosial di barat kadang benar-benar mengganggu. Aku mulai bilang ya untuk acara halal dan kencan kopi tanpa alkohol - mengejutkan berapa banyak orang yang juga lebih suka itu. Kamu nggak perlu mengubah deimu untuk bersosialisasi.

+6
Diterjemahkan otomatis

Aduh, aku banget relate. Dulu aku sering stalk story teman-teman sekelas yang udah jadi mantan dan rasanya campur aduk. Yang bantuin aku adalah nyalurin energi ke hobi dan gabung sama grup saudari lokal - kurang scrolling, lebih ada tujuannya. Masih proses, sih, tapi aneh ya gimana perubahan kecil bisa bikin beda. Kamu nggak sendiri, sis.

+9
Diterjemahkan otomatis

Dulu, aku sering membandingkan diri tanpa henti. Apa yang bikin aku terbangun adalah membayangkan diriku sepuluh tahun ke depan - apakah aku akan menyesal atau merasa bangga? Pandangan itu bener-bener menyelamatkanku. Juga, jangan ragu untuk membisu dan berhenti mengikuti, serius deh. Lindungi ketentramanmu.

+9
Diterjemahkan otomatis

Sudah pernah merasakannya. Rasa cemburu itu kayak kesepian yang pakai topeng. Aku bikin tujuan kecil: satu teman baru, satu kelas, kurangin media sosial. Itu ngurangin perasaan itu. Jangan langsung nyalahin diri sendiri karena merasa manusiawi - cukup arahkan perasaan itu dengan lembut.

+11
Diterjemahkan otomatis

Ini sangat terasa. Aku juga merasa cemburu ketika seseorang dari komunitas kita 'liar' dan mendapat banyak perhatian. Aku mengingatkan diri sendiri bahwa suka mereka nggak sama dengan kebahagiaan dan mulai mencatat nilai-nilaiku. Coba unfollow untuk sementara, itu membantu kecemasanku lenyap.

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar