Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci: Dokter Imbau Jamaah Haji Waspada dan Jaga Hidrasi
Cuaca panas ekstrem di Makkah dan Madinah menjadi tantangan serius bagi jemaah haji. Risiko dehidrasi hingga sengatan panas (heatstroke) mengintai, terutama saat aktivitas ibadah dilakukan di ruang terbuka. Dokter spesialis gizi klinik, dr. Pande Putu Agus Mahendra, M.Gizi, Sp.GK, mengingatkan bahwa dehidrasi dapat menimbulkan gejala seperti tubuh lemas, nyeri kepala, mual, hingga pandangan buram, dan memperberat kerja jantung serta ginjal.
Untuk mencegahnya, dr. Pande Putu menekankan pentingnya menjaga asupan cairan secara konsisten. Kebutuhan cairan normal orang dewasa adalah 8-10 gelas per hari, namun saat cuaca panas dan aktivitas tinggi, asupan perlu ditingkatkan. Beliau menyarankan konsumsi air mineral 150 mililiter per jam selama ibadah, tidak menunggu rasa haus, dan mengonsumsi buah berair serta makanan berkuah. Air elektrolit dapat dikonsumsi namun bukan sebagai minuman utama.
Jemaah juga disarankan memantau warna urine sebagai indikator hidrasi dan mengikuti imbauan Kementerian Haji dan Umrah, seperti menggunakan payung berwarna terang dan beristirahat di tempat teduh secara berkala. Dengan menjaga pola hidrasi dan mengenali gejala sejak dini, jemaah diharapkan dapat menjalankan ibadah haji dengan aman di tengah cuaca ekstrem.
https://mozaik.inilah.com/haji