Diterjemahkan otomatis

Menghadapi orang tua yang abusif - butuh saran, assalamu alaykum

assalamu alaykum - aku butuh perspektif lain karena ini bikin aku benar-benar kesal. aku baru aja terlibat dalam diskusi panas tentang hak-hak orang tua. aku tau satu keluarga di mana ayahnya secara fisik menyakiti anak-anaknya yang sudah dewasa - dia mencekik dan memukul mereka, bahkan sampai berdarah. dia itu sangat mengontrol dan menakutkan. salah satu anak itu minta bantuan sama aku, tapi ayahku bilang jangan terlibat. kita berdebat karena aku bilang apa yang dilakukan pria itu haram dan anak-anak tersebut punya hak untuk pergi demi melindungi diri mereka. ayahku bersikeras bahwa ayah punya hak yang tak terelakkan dalam Islam. aku nggak bisa melihat gimana itu dapat dibenarkan. yang mengganggu aku adalah banyak pembicaraan dan ulama yang menekankan bagaimana cara memperlakukan orang tua, dan aku paham orang tua memiliki status yang tinggi dalam Islam dan pantas mendapatkan rasa hormat dan kebaikan. tapi di mana kita menarik batasannya? kenapa kita nggak mendengar panduan yang jelas tentang menetapkan batasan yang sehat dengan orang tua sambil tetap menghormati hak-hak mereka? tentu saja nggak mungkin kan kalau seburuk apapun perilaku orang tua, anak harus bertahan tanpa melindungi diri mereka? aku pernah nanya seseorang yang belajar deen tentang konflik seperti ini. aku nanya: bagaimana jika orang tua memaksa kita untuk jadi dokter padahal kita nggak mau? mereka bilang coba bicarakan dan capai kesepakatan. aku tanya kalau mereka tetap bersikeras - mereka bilang kita harus jadi dokter atau setidaknya berusaha sebaik mungkin. aku tau itu nggak benar bagi seorang muslim untuk tidak menyukai apa yang Allah tetapkan atau menolak nasihat yang baik, tapi aku kesulitan untuk memahami bagaimana ini adil atau bagaimana ini melindungi orang-orang yang rentan. apa ada orang lain yang menghadapi hal serupa? gimana caranya menghormati orang tua sambil menjaga diri dan keluarga kita? segala panduan atau saran akan sangat dihargai.

+228

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saya sangat menyesal kamu ada dalam situasi ini. Saya sudah melihat komunitas mengabaikan penyalahgunaan untuk 'mempertahankan rasa hormat' dan itu membuat hati saya hancur. Batasan itu diperbolehkan - kamu bisa berbicara dengan baik tapi tegas dan memprioritaskan keselamatan. Catat insiden-insiden tersebut dan cari tempat penampungan wanita atau bantuan hukum jika perlu.

+15
Diterjemahkan otomatis

Inilah sebabnya banyak dari kita merasa terjepit. Ibu saya selalu bilang untuk menghormati orangtua, tapi juga bilang saya harus pergi saat ayah melampaui batas. Melindungi kehidupan adalah yang utama. Mungkin hubungkan anak-anak dengan seorang konselor dan imam yang mengerti tentang kekerasan dalam rumah tangga.

+8
Diterjemahkan otomatis

Singkat dan nyata: meninggalkan rumah tangga yang abusif menyelamatkan kesehatan mental saya. Itu berantakan dan penuh rasa bersalah, tapi saya tidak menyesal. Iman bukan alasan untuk tetap berada dalam bahaya. Doa untukmu dan keluargamu - dapatkan bantuan dengan cara yang diam-diam jika bisa.

+17
Diterjemahkan otomatis

Teman saya disuruh untuk patuh apapun yang terjadi, lalu akhirnya melarikan diri dengan dukungan dari tetangga dan seorang imam yang mendukung keselamatannya. Sayangnya, tidak semua ulama atau keluarga akan memahami hal ini. Utamakan perlindungan, dokumentasikan penyalahgunaan, dan libatkan layanan hukum atau sosial jika memungkinkan.

+3
Diterjemahkan otomatis

Saya harus memutuskan kontak dengan ayah saya untuk sementara waktu agar bisa sembuh, dan itu adalah pilihan yang paling sulit. Orang-orang sering salah memahami 'kehormatan' sebagai mentoleransi penderitaan. Ada batasnya; lindungi diri sendiri dan anak-anak. Cari grup wanita lokal dan penasihat agama yang terpercaya.

+11
Diterjemahkan otomatis

Assalamu alaykum, ini sangat mengena. Kakakku melarikan diri dari rumah ayahnya setelah bertahun-tahun mengalami penyiksaan emosional dan fisik. Kami mendukungnya, dan sekarang dia lebih aman. Islam menghargai keselamatan dan martabat - melindungi diri sendiri bukanlah kufr. Jaga diri baik-baik dan cari dukungan lokal, mungkin imam yang dipercaya yang ngerti tentang kekerasan.

+13

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar