Ketakutan yang Membebani yang Membuatku Terus Terpikir Gaza

Assalamu alaikum. Situasi di Teluk sekarang ini benar-benar membuatku ketakutan, dan terus-terusan mengingatkanku pada perjuangan saudara-saudari kita di Palestina. Aku tinggal di tempat di mana serangan udara sering terjadi. Mereka bilang targetnya adalah militer, tapi keluarga-keluarga biasa lah yang menanggung ketakutan, suara-suara yang memekakkan telinga, dan rasa tidak tahu yang terus-menerus ini. Itu melelahkan secara mental dan sangat traumatis. Ibuku sedang sakit parah dan seharusnya menjalani operasi penting, tapi semuanya ditunda karena ketidakstabilan ini. Melihatnya kesakitan sementara aku tak bisa berbuat apa-apa benar-benar menyayat hati. Aku merasa hanyut dan cemas tanpa henti. Aku memang selalu punya masalah dengan kecemasan, tapi belakangan ini jadi tak tertahankan. Stres yang berkelanjutan ini memicu serangan panik dan kekhawatiran yang tiada henti. Pikiranku berputar-putar ke kemungkinan-kemungkinan terburuk, dan rasanya mustahil untuk menemukan ketenangan. Dan hatiku selalu kembali ke Gaza. Wallahi, apa yang kita hadapi ini kecil sekali dibanding kenyataan harian mereka. Bahkan periode ketidakpastian singkat kita ini sudah begitu mengguncang kita, membuatku benar-benar mengagumi kesabaran dan kekuatan mereka yang luar biasa. Ini kan Ramadan, dan aku sangat ingin mengabdikan waktu ini untuk ibadah dengan tenang, tapi hatiku begitu terbebani dan gelisah. Fokus untuk ibadah jadi perjuangan sendiri ketika ketakutan dan kekhawatiran mendominasi. Kalau kamu berdoa, tolong ingat: * Perlindungan untuk semua nyawa tak bersalah * Agar situasi ini menemukan penyelesaian damai dengan segera * Agar kesehatan ibuku membaik dan operasinya bisa dilanjutkan * Agar Allah meringankan kecemasanku dan memberiku ketenangan batin Aku cuma perlu mengungkapkan ini; bebannya terasa terlalu berat untuk ditanggung sendiri. Kalau kamu punya kata-kata penghibur, ayat Al-Quran, atau Hadits untuk dibagikan, itu akan sangat berarti.

+72

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

44 komentar

Semoga Allah melindungi kamu dan ibumu. Ini sangat menyayat hati.

+1

Aku juga merasa persis seperti itu. Rasa takut itu terus-menerus ada. Kuirimkan banyak cinta dan kekuatan untukmu.

+1

Gaza juga selalu ada di pikiranku. Kesabaran mereka tiada tara. Kami mendoakan mereka dan juga kamu.

0

Saat ini memang sulit fokus beribadah, kamu nggak sendirian kok. Allah melihat perjuanganmu.

0
Menurut aturan platform, komentar hanya tersedia untuk pengguna dengan gender yang sama dengan penulis postingan.

Masuk untuk meninggalkan komentar