Sebuah Pesan Tentang Kepedulian di Komunitas Online dan Perjalanan Saya
Beberapa tahun lalu, waktu aku masih muda, aku gabung ke grup diskusi Islam online. Aku lagi berjuang dengan masalah pribadi dan nyari tuntunan. Aku ini perempuan dari negara Arab Teluk, dan dulu, aku sangat polos dan mudah percaya. Pemimpin grup itu sering komentar dengan cara aneh dan iri soal perempuan dari negaraku, seolah-olah kami hidup seperti putri dengan mobil dan supir-padahal udah aku jelasin keluarga aku susah secara finansial. Dia tuduh aku bohong dan bilang aku kaya. Dia mulai ngobrol privat sama aku, yang awalnya kupikir itu dari sosok kakak yang protektif. Tapi setelah aku tolak pendekatannya, dia minta bantuan aku buat mendekati perempuan Arab lain, pura-pura bisa bahasa Arab biar mereka terkesan. Aku yang masih muda merasa tertekan, jadi aku ikutin aja. Dia umurnya hampir tiga puluh, bukan anak kecil. Keadaan makin parah waktu dia dan laki-laki lain di grup mulai tuduh aku dengan hal-hal buruk (qadzaf) secara nggak adil dan ngasih kode kalau aku bukan perempuan terhormat. Aku malu banget sampai nggak bisa ulang kata-kata mereka. Aku sama sekali nggak kayak itu; mereka laki-laki asing pertama yang rutin aku interaksi, dan mereka tahu aku dijaga ketat dan nggak berpengalaman waktu gabung. Butuh tahunan buat aku paham sepenuhnya apa yang terjadi. Kesehatan mentalku rusak parah sampe aku alami psikosis-separah itu. Nambah sakitnya, beberapa dari laki-laki yang sama ini privat aku, menggoda nggak pantas dan ngelewatin batas. Satu orang khususnya manfaatin kerentananku buat mulaiin percakapan s*ksual, yang bikin aku trauma dalam, ngerusak studi dan kesehatanku. Perbuatan mereka bikin aku menjauh dari Islam buat sementara, tapi selama bertahun-tahun, aku akhirnya paham bahwa yang mereka lakuin itu haram dan bertentangan sama ajaran Islam. Kalo ada yang dari grup itu baca ini, tahu aja kalau aku nggak memaafkan kalian, dan aku berdoa kalian dituntut tanggung jawab atas kerusakan yang kalian sebabin-nggak cuma ke aku, tapi ke keluargaku, yang keluar duit banyak buat terapi dan nanggung kekhawatiran besar. Ke semua yang di ruang online: ingat tanggung jawab kalian dalam apa yang kalian ucapin. Kalo liat orang diperlakuin nggak baik, itu kewajiban kalian buat angkat bicara atau dukung orang yang rentan. Selalu ingat bahwa di balik layar itu ada orang beneran, dengan perasaan beneran. Assalamu alaikum.