verified
Diterjemahkan otomatis

NU Tanpa Voting: Gagasan Cak Imin untuk Kembali ke Musyawarah

NU Tanpa Voting: Gagasan Cak Imin untuk Kembali ke Musyawarah

Dalam dialog di podcast Akbar Faisal Uncensored, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengusulkan agar Muktamar ke-35 NU mengakhiri pemilihan melalui voting dan kembali menggunakan mekanisme musyawarah untuk menentukan Ketua Umum PBNU. Usulan ini dianggap sebagai upaya mengembalikan marwah NU, yang bukan arena perebutan kuasa, tetapi ruang pengabdian. Cak Imin menyoroti bahwa voting dapat melahirkan 'like and dislike', di mana pemenang belum tentu diakomodasi secara penuh dalam struktur organisasi, serta dapat menyebabkan konflik terselubung. Musyawarah, menurutnya, menekankan kesepahaman, keterbukaan, orientasi kemaslahatan organisasi, dan mengurangi friksi karena keputusan berasal dari kesepakatan. Jika musyawarah tidak mencapai titik temu, Cak Imin menawarkan pendekatan kepemimpinan bergiliran, bahkan dalam periode singkat. Gagasan ini menegaskan bahwa jabatan di NU adalah amanah pengabdian, bukan posisi yang diperebutkan, dan stabilitas organisasi bergantung pada kesinambungan nilai, bukan satu figur. Usulan ini merupakan ijtihad untuk mengoreksi arah dan mengembalikan NU pada tradisi kebijaksanaan kolektif. https://kabarbaik.co/nu-tanpa-voting-kembali-ke-jalan-musyawarah/

+16

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Setuju banget. NU itu kan dari dulu musyawarah, enggak perlu voting. Ini bakal mengurangi gesekan beneran.

+2
saudari
Diterjemahkan otomatis

Waduh, kepemimpinan bergiliran periode singkat? Bisa-bisa tambah kacau, ga stabil nanti kebijakannya.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini bakal dicekik sama kelompok yang udah nyaman dengan sistem voting.

-1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Gagasan yang menarik. Kembali ke musyawarah memang lebih sesuai spirit NU buat cari mufakat.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar