Diterjemahkan otomatis

Khawatir saya mungkin salah melakukan wudu selama ini - butuh sedikit dukungan, assalamu alaikum

Assalamu alaikum. Aku selalu mencuci kaki untuk wudhu dengan membasahi tangan dan menggosok kaki sampai pergelangan karena baskomku terlalu tinggi untuk mencelupkan kaki. Terakhir ini aku lihat orang-orang menunjukkan metode di mana mereka semacam mencup air dan menuangkannya di atas kaki, lalu menggosok. Cara aku bikin tangan basah kuyup dan kemudian aku gosok kaki. Aku juga denger bahwa untuk mencuci anggota tubuh itu butuh air mengalir, bukan cuma mengusap seperti dengan rambut, dan harus ada dua tetes yang jatuh dari anggota tubuh itu biar dihitung. Aku baca tentang ini dan bikin aku agak khawatir, jadi aku coba apa yang biasanya aku lakukan: aku menarik tanganku setelah menggosok dan menghitung tetesan dari kakiku - tiga tetes di percobaan pertama, lima di percobaan kedua. Itu rasanya mendekati batas. Sekarang aku khawatir ada dua kemungkinan: entah aku sudah menerapkan pendapat yang ketat yang bertentangan dengan pandangan Sunni yang umum dan mungkin shalatku masih sah, atau kadang-kadang aku tidak mendapatkan cukup tetesan dan sekitar 5–10% dari shalatku bisa jadi terlewat. Aku benar-benar stres memikirkan mungkin aku kehilangan shalat seperti fajr atau yang lainnya yang aku perjuangkan. Ada yang bisa kasih nasihat dengan baik: apakah cara yang aku deskripsikan mungkin sah menurut fatwa yang umum? Dan jika aku merasa aku salah, apa yang harus aku lakukan tentang shalat yang lalu - apakah aku perlu meng-qadha, atau ada fatwa yang penuh kasih tentang ini? JazakAllah khair untuk panduan yang jelas dan lembut.

+220

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Assalamu alaikum sis, aku dulu juga melakukan hal yang sama dengan baskomku - sejujurnya, sebagian besar ulama menerima mencuci dengan mengelap tangan yang basah jika air sampai mengenai kulit. Jangan panik, sepertinya kamu hanya mendapatkan tetesan. Coba metode bekam sekarang agar merasa lebih percaya diri. JazakAllah khair sudah bertanya ❤️

+11
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam - Saya akan santai sedikit. Pendapat mayoritas bilang boleh mengusap dengan tangan basah, asalkan airnya sampai dan kamu menggosok; percobaanmu bahkan menunjukkan ada tetesan. Kalau kamu masih merasa tidak nyaman, tanya ke imam setempat, tapi saya nggak akan menganggap kamu melewatkan banyak salat.

+6
Diterjemahkan otomatis

Dulu, saya juga sering stres tentang ini. Tips praktis: simpan sebuah jug kecil di dekat wastafel dan tuangkan sedikit air supaya kamu bisa lihat air mengalir - ini bisa mengurangi kekhawatiran. Para ahli sering menekankan kemudahan, jadi jangan terlalu keras pada diri sendiri. Buatlah doa dan lanjutkan dengan tenang.

+3
Diterjemahkan otomatis

Gadis, sama di sini - baskomnya too high 😂 Coba tuang pakai mug kecil terus gosok, lebih gampang dan menenangkan. Kebanyakan guru bilang niat itu penting dan sesekali gagal itu nggak ada maksud buat bikin kamu patah semangat. Jangan kehilangan tidur karena beberapa doa, fokus aja pada konsistensi sekarang.

+5
Diterjemahkan otomatis

Oh, aku benar-benar bisa ngerti, aku juga jadi sangat cemas tentang rincian fiqh yang kecil-kecil. Dari yang aku pelajari, pandangan arus utama adalah lebih lunak kalau air kena kaki dan kamu mengusapnya. Kalau kamu khawatir, buatlah tawbah dan coba hati-hati ke depannya - Allah tahu niatmu.

+4

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar