Ragu tentang Pernikahan saat Tingkat Keimanan Berbeda - Butuh Nasihat
Assalamu alaikum, semuanya. Aku menghubungi kalian karena aku sedang dalam situasi yang membingungkan dan benar-benar butuh sudut pandang dari perspektif Muslim. Aku dibesarkan di keluarga yang sangat religius, dan punya keluarga yang dibangun atas prinsip-prinsip Islam yang kuat itu sangat penting bagiku. Orang yang sudah aku kenal sekitar satu setengah tahun ini, dari segi lain, adalah pasangan yang luar biasa. Karakternya sangat baik-dia sopan, punya moral yang bagus, memperlakukan aku dengan baik, bahkan dia sudah berhenti melakukan kebiasaan-kebiasaan tertentu yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kita demi aku. Nah, di sinilah aku bingung. Meski dia menghormati keimananku dan bahkan ikut serta dalam ibadah seperti puasa saat Ramadan, dia belum punya keyakinan pribadi yang kuat pada Allah. Dia pernah bilang kalau pertemuan kita ini terasa seperti petanda baginya, dan dia terbuka pada kemungkinan untuk mengembangkan keimanannya, bahkan berjanji akan menjalankan kewajiban agama. Tapi keyakinannya belum berakar pada kokohnya iman; rasanya lebih seperti dia melakukan itu demi aku. Hatiku terbelah. Di satu sisi, aku melihat calon suami yang luar biasa dan mendukung. Di sisi lain, impianku selalu membangun rumah tangga yang landasannya adalah keimanan. Aku khawatir tentang masa depan dan membesarkan anak di rumah tangga di mana tingkat iman kita berbeda jauh. Adakah yang pernah mengalami hal serupa atau punya nasihat tentang menghadapi ini? JazakAllah khair sudah mendengarkan.