saudara
Diterjemahkan otomatis

Kenapa sih sebagian kita kelakuan kayak nggak bisa nikmatin tawa soal diri sendiri?

Ada sesuatu yang bikin gue geregetan soal komunitas kita. Kadang-kadang, gue nemu video santai di mana seseorang bercanda ringan tentang sisi familiar dari iman kita, dan jujur, gue ngakak. Assalamu alaikum, nyegerin banget kadang-kadang bisa ketawa sama keanehan kita sendiri daripada serius terus. Gue inget klip yang nunjukkin betapa padatnya masjid, sampai-sampai ada saudara yang hampir naik ke punggung orang lain pas salat. Satunya lagi cuma soal cowok pakai kaos kaki nggak pasangan ke masjid. Nggak ada niat merendahkan sama sekali, cuma humor yang jujur dan relate. Tapi hampir setiap kali, salah satu komentar pertama pasti ada yang ngomelin kalau lelucon beginian nggak boleh dibuat. Maksud gue, ayolah… kita ini manusia. Kita bisa kok ketawa bareng. Malah, gue rasa humor kayak gini justru bikin kita lebih dekat karena dasarnya dari momen-momen yang kita semua paham. Nggak semua candaan main-main itu hinaan atau nggak hormat. Kadang orang cuma lagi senang-senang dan menjalin hubungan satu sama lain.

+28

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, masalah kaus kaki gak sepasang itu literally gue setiap hari Jumat. Santai aja, ini cuma hal biasa-bukan kayak ada yang ngejek-ngejek deen kok.

+1

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar