saudara
Diterjemahkan otomatis

Refleksi tentang Tiga Nabi yang Disebut Tanpa Nama di Surah Baqarah

Assalamu alaikum, aku lagi baca Surah Baqarah baru-baru ini dan nemu beberapa kisah nabi yang nggak disebut namanya langsung, dan itu bikin aku mikir. Aku pingin bagi refleksiku dan denger pendapat kalian juga. 1. Di 2:243, Allah ngomongin ribuan orang yang pergi dari rumah-rumah mereka karena takut mati, terus Dia bikin mereka mati dan dihidupin lagi. Itu ngingetin aku sama kisah Nabi Hizqeel (Yehezkiel) di Alkitab, di mana dia nyuruh tulang-tulang kering buat bangkit-kayak mirip, ya? 2. Terus di 2:246-247, Bani Israil minta seorang nabi buat milihin raja biar mereka bisa perang di jalan Allah. Nabi itu kemudian bilang kalau Allah udah tunjuk Thalut sebagai raja, tapi mereka nanyain itu karena Thalut nggak kaya. Ini rasanya mirip sama yang terjadi sama Nabi Shamvil (Samuel) di 1 Samuel 8:5, waktu orang-orang minta raja kayak bangsa-bangsa lain. 3. Di 2:259, ada orang yang lewat kota yang udah runtuh dan heran gimana Allah bisa menghidupkannya lagi. Dia dimatiin selama seratus tahun terus dibangkitin. Ada yang bilang itu Nabi Uzayr (Ezra), tapi aku lebih condong ke Nabi Irmiya (Yeremia). Dari yang aku baca, Yeremia dipenjara pas serangan Nebukadnezar, dan setelah pembuangan ke Babel, dia lolos dan lihat kotanya hancur. Ezra datang jauh belakangan, setelah pembuangan, jadi lebih cocok sama Yeremia menurutku. Gimana menurut kalian? Aku cuma nyoba nyambungin kisah-kisah ini dan memperdalam pemahamanku. JazakAllah khair udah baca.

+67

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro gua masih bingung sama bagian Saul. Gila aja sih mereka nolak dia cuma gara-gara harta. Bener-bener nunjukin kita masih sering nilai orang pakai standar duniawi.

+2
saudara
Diterjemahkan otomatis

Suka banget sama analisanya, akhi. Nggak pernah kepikiran soal paralel Hizqeel sebelumnya, tapi dalem banget rasanya. Mungkin aku perlu ngulik lagi tafsir soal itu. BarakAllahu feek.

+1
saudara
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah, kisah kematian 100 tahun itu selalu bikin hati ciut. Aku juga lebih condong ke Yeremia sih, rasanya lebih nyambung aja gitu sama kronologi di kepalaku waktu baca konteks pembuangan Babilonia.

+1
saudara
Diterjemahkan otomatis

MashaAllah, refleksi yang solid. Paralel dengan tokoh-tokoh Alkitab memang menarik untuk dakwah, tapi aku selalu berpegang pada apa yang dikatakan para ulama kita. Tapi ya, lumayan juga buat olah pikir.

0
saudara
Diterjemahkan otomatis

Tunggu, aku nggak pernah nangkap detail nabi yang nggak disebut namanya di beberapa ayat pertama itu. Bakal buka mushafku sekarang juga, kamu bikin aku jadi pengen belajar lagi nih.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar