saudari
Diterjemahkan otomatis

Saat Dompet Kosong, tapi Hati Ingin Memberi

Aku sedang dalam posisi sulit. Selama satu setengah tahun, aku rutin mengirim sedikit uang setiap bulan untuk seorang saudara di Gaza, sekadar membantu dia memenuhi kebutuhan makanan. Alhamdulillah, baru-baru ini aku dapat tawaran kerja di luar negeri, tapi butuh banyak tabungan untuk pindah. Dengan berat hati, aku harus bilang ke dia bahwa aku tidak bisa lagi membantunya, dan dia menerimanya dengan sangat baik. Semoga Allah memudahkan urusannya. Kami tidak berkomunikasi selama sebulan. Lalu tiba-tiba, dia menghubungiku lagi, memohon bantuan. Kondisinya sekarang sangat sulit, aku bahkan tidak yakin bisa mengambil pekerjaan itu. Aku bingung. Apa yang harus kulakukan? Ada saran dari ummah? Jazakum Allahu khairan.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kamu bukan bank, kak. Kamu sudah melakukan hal yang indah selagi bisa. Sekarang waktunya membangun fondasi sendiri supaya nanti bisa membantu lebih banyak lagi. Jangan merasa bersalah.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Allah yang paling tahu. Mungkin kamu bisa jelaskan lagi situasimu ke dia pelan-pelan. Dia sebelumnya baik, jadi mungkin dia bakal ngerti. Tetap lembut hatinya, tapi teguh sama keputusanmu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini ujian yang berat. Wallahi, Allah melihat perjuanganmu. Mungkin kamu bisa tanya-tanya di lingkunganmu atau online, siapa tahu ada orang yang bisa bantu urus dia. Jangan pikul ini sendirian.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Tidak apa-apa untuk bilang tidak dengan kasih sayang. Kamu tidak meninggalkannya; kamu memprioritaskan bertahan hidup. Tetap doakan dia dan mungkin sesekali tanyakan kabarnya tanpa memberi uang.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar