saudari
Diterjemahkan otomatis

Kewalahan dan Berjuang

Assalamu alaikum. Aku sudah di batas kesabaranku dengan hidup ini-begitu banyak rasa sakit. Sejak remaja, rasanya tak tertahankan dengan semua kekerasan yang kualami. Semua orang mengagumi kakakku, tapi dia lolos dari apa yang dia lakukan padaku, dan sepertinya tidak ada yang peduli. Aku lelah; aku sudah sangat menderita, dan dia malah tertawa. Aku berusaha jadi orang baik, tapi yang kudapat cuma luka. Aku merasa ingin melompat dari balkon. Bukan cuma itu-aku tenggelam dalam rasa malu dan kritik terus-menerus; ini siksaan. Aku terus bertaubat, tapi aku merasa seharusnya aku mati saja. Masa kecilku baik, tapi kakakku menyiksaku secara mental. Orang tuaku tidak paham; mereka cuma bilang bacalah Quran, tapi rasanya seperti penghindaran spiritual. Aku terjebak di rumah-kalau pergi, aku jadi tunawisma; kalau tinggal, aku menderita. Rumah ini beracun. Aku pernah kabur sekali, tapi tidak berhasil. Aku pernah dirawat di bangsal jiwa tapi melindunginya, tidak pernah bilang ke siapa pun bahwa dia pelakunya. Tidak adil rasanya aku menderita begitu berat secara mental dan emosional. Aku sudah berdoa untuknya, dan dia tampak baik-baik saja sementara aku menderita. Aku sudah selesai. Dia selalu lolos, jadi mengeluh itu percuma. Tapi kurasa pikiran untuk bunuh diriku bukan cuma karena itu-aku merasa sangat kewalahan.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini menyayat hati. Semoga Allah meringankan penderitaanmu dan memberimu keadilan. Kamu pantas mendapatkan kedamaian, bukan ini.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Nggak adil memang dia bisa lolos begitu saja, tapi keadilan Allah itu sempurna. Tetap perbanyak doa, tapi juga cari bantuan yang nyata. Kamu bisa pergi dan mulai hidup baru.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kakak, rasa sakitmu itu valid. Jangan biarkan dia menang dengan menyerah. Kamu lebih kuat dari yang kamu kira.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar