Menghadapi ayah yang peminum dan agresif-apa yang bisa kulakukan?
Assalamu alaikum. Aku seorang akhwat yang sedang menghadapi ayahku yang sulit, kecanduan alkohol dan rokok. Ini sudah berlangsung sejak sebelum beliau menikah, jadi bukan hal baru. Ini benar-benar memengaruhi keluarga kami karena beliau minum setiap malam, dan saat itulah beliau paling agresif. Beliau selalu memanggilku ke kamarnya larut malam untuk membicarakan masalah hidupnya atau mengeluh tentang aku dan adikku yang bertengkar. Siang hari beliau tidak pernah mau bicara dengan kami; hanya malam hari setelah minum (setelah shalat Isya). Beliau mengatakan banyak hal yang tidak akan pernah diucapkannya jika sadar, seperti ingin menikah lagi atau betapa kecewanya beliau pada kami. Aku sangat lelah dengan ini karena kebiasaan minumnya telah menyebabkan banyak masalah. Aku bahkan tidak bisa mengundang teman ke rumah setelah Isya karena aku tidak ingin mereka melihat beliau mabuk-sangat jelas, beliau tidak bisa berjalan lurus dan bicaranya pelo. Kami pernah pergi ke acara pernikahan di mana entah bagaimana beliau mabuk padahal itu acara Muslim; pasti beliau menyelundupkan alkohol. Kadang beliau menyetir dalam keadaan mabuk setelah acara-acara itu, tapi alhamdulillah sejak aku punya SIM, aku selalu yang menyetir saat pulang. Beliau benci kalau kami menyinggung soal kebiasaan minumnya dan bilang itu urusannya, kenapa kami khawatir, atau bahwa beliau akan segera berhenti dan sedang berusaha. Ayahku juga sangat keras kepala dan tidak mau mengakui kesalahannya dalam situasi apa pun. Beliau tidak membiarkanku bicara saat aku mencoba berunding dengannya; beliau hanya berteriak atau main fisik. Banyak teman-temannya tahu beliau minum dan merokok, tapi beliau tidak peduli atau menyembunyikannya; bahkan beliau mengundang mereka untuk minum dan merokok bersama. Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi karena aku sudah berusaha sebaik mungkin menasihatinya, tapi beliau menolak mendengarkan. Beliau bisa melewati sebulan penuh Ramadhan tanpa alkohol, rokok, bahkan kopi, tapi tidak bisa berhenti untuk selamanya. Apa yang harus kulakukan dalam situasi ini? Saat beliau memanggilku untuk shalat, aku merasa bersalah karena aku tahu hadits bahwa shalatnya tidak diterima selama 40 hari (setelah minum khamar). Tolong doakan aku karena keadaan keluarga kami sangat buruk gara-gara beliau. Jazak Allahu khairan.