Tsunami 1,61 Meter Terjang Pesisir Reo Manggarai Usai Gempa M7,7 NTT
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gelombang tsunami setinggi 1,61 meter menerjang Reo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) setelah gempa bumi tektonik dangkal magnitudo 7,7 mengguncang wilayah utara Pulau Flores. Gelombang tsunami juga terpantau di Maurole, Ende (0,94 meter), serta Bulukumba dan Sape Bima (lebih dari 0,5 meter).
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa peringatan dini tsunami dikeluarkan hanya 2 menit 16 detik setelah gempa utama, dan dimutakhirkan 10 menit kemudian setelah parameter gempa stabil. BMKG mengakhiri seluruh peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB setelah pemantauan muka laut mengonfirmasi kondisi air laut telah kembali aman.
Hingga pukul 14.00 WIB, BMKG mencatat 235 kali gempa susulan dengan magnitudo M2,5 hingga M6,2. Faisal mengestimasi proses peluruhan alami memerlukan waktu 2 hingga 3 minggu, sebagaimana pola rekaman gempa di Maluku Utara sebelumnya. Gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar naik busur belakang Flores (Flores Back Arc Thrust) pada kedalaman 15 km, lebih dangkal dibandingkan gempa M7,8 tahun 1992 di kedalaman 28 km.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mempercayai data resmi dari jaringan nasional yang didukung lebih dari 2.000 sensor kegempaan, termasuk 553 sensor seismograf khusus di seluruh Indonesia.
https://www.gelora.co/2026/08/