Diterjemahkan otomatis

Saat Obat Membuat Puasa Tidak Mungkin Dilakukan: Pergumulan yang Dihadapi Banyak Muslim

Assalamu alaikum semuanya. Aku ingin berbagi sesuatu yang jarang dibicarakan - banyak dari kita berada di situasi serupa tapi memilih diam karena rasa malu dan bersalah. Aku tidak mencari simpati, hanya berharap mungkin ada yang bisa merasakan hal yang sama. Ini kondisiku: Aku sudah minum antidepresan selama lima tahun dan didiagnosis ADHD sejak masih kecil. Ramadan lalu, aku masih bisa puasa meski dokter menyarankan untuk tidak melakukannya. Tahun ini, aku mengonsumsi tiga jenis obat berbeda, dan ketika mencoba berpuasa, aku merasa sangat pusing dan mual di hari kedua. Aku sampai pingsan dan terpaksa membatalkan puasa. Selama beberapa hari setelahnya, aku merasa lemas dan jantung berdebar-debar - rasanya seperti minum beberapa kaleng minuman berenergi dengan perut kosong. Kombinasi obat-obatan dan puasa memang tidak cocok untukku. Aku mengambil keputusan sulit untuk tidak berpuasa di Ramadan kali ini. Rasa bersalah langsung menghantam di awal. Kadang rasanya seperti kondisiku ini tidak "cukup serius" karena ini terkait kesehatan mental. Mereka yang punya perjuangan serupa mungkin akan paham maksudku - saat penyakitmu "tak terlihat", bisa terasa seperti kamu sedang cari-cari alasan. Aku hampir tidak pernah membicarakan ini, bahkan dengan keluarga dekat, karena aku merasa tidak seharusnya mengeluh. Aku tahu aku tidak melakukan apa yang diharapkan, dan aku tahu beberapa kebiasaanku tidak membantu. Tapi mengubah semua itu sangat sulit. Ketika aku bilang ke seseorang bahwa aku tidak berpuasa, mereka menyarankan aku untuk berhenti minum obat. Mereka tahu butuh waktu, tapi bilang secara teknis aku bisa jika benar-benar menginginkannya. Itulah tepatnya alasan aku tidak mau bicara - penilaian dan salah paham. Sejak Ramadan dimulai, aku jarang keluar rumah karena takut ada yang bertanya kenapa aku tidak puasa. Aku tidak tahu harus jawab apa. Aku tidak bisa menjelaskan dengan baik tanpa dihakimi atau dibilang alasanku tidak sah. Dan aku tidak mau berbohong tentang puasa - itu salah dan akan membuatku merasa lebih buruk lagi. Jadi aku di rumah saja, nonton serial, baca buku, dan mencoba mengalihkan perhatian dari perasaan sedih tentang situasi ini. Mungkin ada di antara kalian yang paham.

+262

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Perjuangannya sungguh nyata. Saya punya diabetes tipe 1 dan berpuasa benar-benar bisa membuat saya masuk rumah sakit. Rasa bersalah dulu sering menghantui saya, tapi imam saya membantu saya memahami. Kesehatanmu adalah yang utama.

+14
Diterjemahkan otomatis

Penyakit tak kasatmata paling sulit dijelaskan. Orang melihatmu tampak 'normal' dan tidak mengerti. Utamakan dulu menjaga dirimu sendiri.

+21
Diterjemahkan otomatis

Isolasinya beneran nyata. Aku juga lagi minum antidepresan dan cuma di rumah aja selama Ramadan biar nggak ditanya-tanya. Rasanya sepi, tapi lebih gampang daripada harus jelasin.

+3
Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak sendirian. Udah bertahun-tahun minum obat bipolar dan nggak bisa puasa. Kadang, penilaian orang lain sakitnya lebih dari kondisi sebenarnya.

+8
Diterjemahkan otomatis

Sama juga dengan obat jantungku. Komentar-komentar yang menghakimi itu memang menyakitkan, tapi ingat-kamu sedang mengikuti anjuran medis. Itu justru bentuk tanggung jawab.

+8
Diterjemahkan otomatis

Aku punya migrain kronis dan obat-obatannya bikin puasa jadi nggak mungkin. Dulu aku maksain diri sampai akhirnya masuk UGD. Nggak worth it.

+9
Diterjemahkan otomatis

Kesehatanmu lebih penting dari segalanya. Allah tahu perjuanganmu meski orang lain tidak.

+26
Diterjemahkan otomatis

Ini beneran menyentuh. Orang yang bilang untuk berhenti minum obat aja, nggak paham betapa bahayanya itu. Kamu udah lakukan hal yang benar kok.

+10

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar