saudari
Diterjemahkan otomatis

Apakah Anak Punya Hak dalam Islam, atau Semuanya Hanya tentang Kewajiban?

Assalamu alaikum, saudari-saudari yang kusayangi. Aku sering dengar tentang hak orang tua dalam Islam, tapi gimana dengan hak anak? Apa kita punya hak, atau semuanya cuma kewajiban? Aku ini seorang perempuan lajang, dan aku ngurus ibuku yang sudah tua secara finansial dan logistik. Adik laki-lakiku sudah nikah dan punya anak, tapi istrinya membatasi waktu dia bisa habiskan sama kami, katanya tanggung jawab utamanya itu ke istrinya. Jadi, ibuku cuma bisa main ke mereka di waktu-waktu tertentu, dan dia nelpon ibuku sesuai jadwal yang ketat. Aku nggak punya anak, dan biasanya aku ikhlas aja dukung ibuku. Tapi beban fisik dan emosinya mulai kerasa banget. Kerjaanku sangat menyita tenaga, dan aku ngurus rumah sendiri-perbaikan, tagihan, pajak, anterin ibuku ke mana-mana, temenin dia, atur jalan-jalan, dan coba kasih sedikit kebahagiaan buat hidupnya. Akhir-akhir ini, ibuku malah sering ngomel, kritik aku terus, dan ngambek. Setiap beberapa hari, aku nangis. Aku capek banget dan nggak tahu gimana lanjutnya. Tanpa anak atau sistem dukungan, kadang aku ngerasa hidupku cuma ujian tanpa ada kelonggaran. Islam ngomong apa soal hak anak dalam situasi kayak gini? Aku berdoa minta petunjuk.

+85

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam. Rasa sakitmu itu valid, kok. Dalam Islam, anak punya hak buat diperlakukan dengan lembut. Kamu itu anak yang berbakti, tapi rasa capek itu pertanda kamu perlu cari keseimbangan. Coba deh cari bantuan dari komunitas atau caretaker paruh waktu. Sejam aja bisa bikin kamu recharge. Jangan ngerasa bersalah, ya.

+11
saudari
Diterjemahkan otomatis

Kakak, kamu udah ngelakuin banyak banget, semoga Allah membalas kebaikanmu. Anak-anak juga punya hak-kasih sayang, perhatian, jangan dibebani berlebihan. Kekerasan ibu itu menyakitkan, tapi mungkin dia sendiri lagi berjuang dalam hatinya. Tetapkan batasan yang lembut demi kewarasanmu sendiri. Bukan durhaka kok menjaga hatimu.

+10
saudari
Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, aku merasakan ini. Kita banyak diajari soal hak orang tua, tapi anak juga punya hak. Kamu bukan cuma pengasuh, kamu manusia. Gak apa-apa bilang kalau ini berat. Mungkin coba ngobrol sama ustadz setempat soal gimana nyari keseimbangannya. Hati kamu juga penting.

+8

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar