Apakah secara Islam boleh memutuskan atau membatasi kontak dengan orang tua yang toxic?
Assalamu alaikum. Orang tuaku benar-benar toxic. Mereka melakukan kekerasan fisik dan emosional. Aku nggak akan cerita detail, tapi yang mereka lakukan itu nggak normal buat orang tua waras mana pun. Gara-gara mereka, aku depresi berat selama tiga tahun. Sekarang aku punya masalah kecemasan parah. Kesehatan mental dan fisikku kacau, dan aku merasa sangat lemah. Iya, orang tuaku memang menyekolahkanku dan memastikan itu beres, tapi semuanya ada harganya. Aku nggak ingat mereka pernah memberiku apa pun selain barang-barang terkait sekolah. Hidupku terisolasi-aku nggak diizinkan punya teman. Seluruh keluargaku toxic, dan pernikahan orang tuaku juga sangat buruk. Masalah utamanya adalah ayahku, yang punya banyak cacat serius, dan ibuku yang cuma ikut-ikutan dia. Dia nggak pernah membelaku dan ikut serta dalam penyiksaan. Setiap kali aku coba ngomongin itu, dia bilang orang tua berhak mendisiplinkan anaknya kalau mereka salah. Seluruh hidupku ditentukan oleh mereka, dan mereka bahkan nggak berencana menyekolahkanku ke perguruan tinggi. Ketika aku mulai membela diri, aku jadi yang jahat, bukan lagi anak penurut. Ibuku sering mengutukku hanya karena aku membela diri. Dia bilang aku akan menderita dan anak-anakku akan memperlakukanku seperti aku memperlakukan mereka. Jujur, aku nggak pernah punya figur orang tua yang sesungguhnya. Aku selalu jadi sasaran empuk dan yang disalahkan untuk segalanya. Aku berprestasi di sekolah, yang memberi mereka citra bagus di masyarakat, jadi mereka mendorongku melampaui batas. Nggak peduli sekeras apa pun aku bekerja, mereka nggak pernah menghargaiku. Aku nggak pernah cukup. Mereka adalah salah satu alasan utama aku kehilangan iman dan berhenti salat kepada Allah. Aku terus bertanya-tanya, “Kenapa aku? Apa salahku sampai pantas dapat ini?” Ibuku sangat ortodoks, pakai agama untuk membenarkan penyiksaan. Dia rela mati membela kesalahan suaminya. Pertanyaanku, apakah aku akan kena akibatnya kalau aku meninggalkan orang tuaku? Aku nggak dekat dengan sanak saudara mana pun, dan mereka juga nggak baik-baik amat. Apakah aku berdosa kalau memutuskan kontak dan menjalani hidupku sendiri? Orang tuaku, setoxic apa pun mereka, memang bekerja sedikit untuk mendukung pendidikanku, yang menurutku itu cuma standar minimum dan bukan hal besar, tapi tetap saja. Aku bersedia mendukung mereka secara finansial kalau mereka butuh (meskipun ibuku bilang dia lebih baik mati daripada menerima sepeser pun dariku). Aku cuma nggak akan ngobrol dengan mereka di luar basa-basi. Aku sangat berjuang secara mental karena mereka, dan trauma yang mereka sebabkan itu seumur hidup. Butuh bertahun-tahun bagiku untuk sembuh dari apa yang mereka lakukan. Aku masih suka teringat-ingat masa laluku. Aku kehilangan semua harapan dan keinginan untuk hidup, kehilangan tujuan hidup, dan bahkan keimananku karena mereka. Aku nggak tahu apakah itu dosa, tapi demi bertahan hidup, aku harus memutuskan hubungan dengan mereka. Aku pernah punya pikiran untuk bunuh diri dan bahkan berharap mereka mati. Apakah aku akan kena akibatnya kalau aku meninggalkan mereka? Apakah wajib bagiku untuk merawat mereka di masa tua? Terakhir, seseorang bilang padaku bahwa dosa orang tua muncul dalam kehidupan anaknya dan ini akan berlaku untukku dan anak-anakku juga. Apakah itu benar? Orang tuaku bilang semua yang mereka lakukan demi kebaikanku sendiri dan tanpa niat buruk, tapi nggak ada orang tua yang akan melakukan hal-hal seperti yang mereka lakukan. Mereka mungkin punya niat baik, tapi apa yang mereka lakukan adalah sesuatu yang nggak bisa kumaafkan atau kulupakan.