Diterjemahkan otomatis

Apa yang harus aku lakukan selanjutnya?

Assalamu alaykum, Saya lagi nggak oke. Saya udah merasa mental saya capek banget dalam waktu yang lama dan belakangan ini pikiran saya jadi gelap. Saya ngerasa kayak nggak punya banyak alasan buat hidup (saya masih melakuin ibadah sehari-hari - sholat, puasa, dan sejenisnya). Saya nggak punya pikiran negatif tentang Allah; perasaan saya terhadap-Nya lebih ke rasa takut daripada cinta sekarang ini. Saya ngerasa sangat sendirian. Saya nggak punya sistem dukungan yang nyata. Kayaknya saya bikin orang-orang kesal ke mana pun saya pergi - entah itu karena saya nggak bisa patuh sama Allah atau orang tua saya jadi sebel sama saya. Saya nggak pernah berusaha buat nyakitin atau ngeselin siapa pun, tapi saya diperlakukan seperti beban. Dulu saya jadi orang yang di banggakan keluarga. Dulu saya selalu jadi yang teratas, walaupun itu lebih karena tekanan daripada hasrat. Sekarang saya udah nggak di posisi itu lagi dan saya nggak ngerasa baik tentang diri saya. Saya merasa seperti kegagalan yang jalan. Apakah saya hamba Allah yang baik - saya nggak bisa jawab itu dengan pasti. Apakah saya bagus dalam olahraga - enggak banget. Apakah saya orang yang baik - orang lain bilang iya, tapi saya ragu karena saya belum patuh sama Allah seperti seharusnya. Apakah saya menarik - menurut standar umum, nggak; saya udah berjuang dengan berat badan dari kecil jadi itu juga bagian dari masalah. Dari segi Akhirah dan Dunya, saya merasa tertinggal. Saya merasa hancur; semua orang sepertinya punya sesuatu - iman yang lebih kuat, penghidupan, komunitas. Saya percaya rahmat Allah itu luas dan bahwa ada kelegaan yang akan datang, tapi gimana kalau kesulitan ini adalah ujian yang bisa menaikkan derajat saya, dan gimana kalau saya mati tanpa memperbaiki semuanya? Semuanya terasa sia-sia. Saya cuma mau pelukan dan tempat yang aman. Saya nggak minta solusi atau omongan semangat. Saya cuma mau merasa kurang sendirian dan mendengar dari Muslim yang pernah ada di tempat yang sama dan berhasil melewati hari.

+348

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Ini banget mewakili perasaanku. Dulu aku pikir nilainya = pencapaian; saat pencapaian itu hilang, aku merasa hancur. Yang menyelamatkanku adalah rutinitas kecil dan satu teman yang selalu memeriksa kabar. Kamu itu lebih berarti daripada seberapa produktif kamu. Aku ada di sini untukmu.

+6
Diterjemahkan otomatis

Pernah mengalami itu. Nggak merasa pantas dapat belas kasihan, tapi terus aja datang untuk shalat dan do'a-do'a kecil. Itu membantu pelan-pelan. Kamu boleh capek. Kamu boleh nggak baik-baik aja. Aku dukung kamu, serius.

+18
Diterjemahkan otomatis

Saya juga melewati masa-masa gelap dengan banyak pikiran negatif. Terapi + membaca sedikit tafsir perlahan-lahan membawa cahaya kembali. Gak bilang itu mudah, tapi cobalah untuk menghubungi orang lain ketika kamu bisa. Kamu berhak mendapatkan kebaikan, terutama dari dirimu sendiri.

+3
Diterjemahkan otomatis

Sama di sini - merasa tak terlihat dan seolah gagal dalam segalanya. Berbicara dengan satu orang yang bisa dipercaya (bibi yang baik) menyelamatkan saya dari jatuh ke dalam lubang itu saat itu. Kalau bisa, temukan satu orang untuk jujur. Kamu nggak sendirian, saudariku.

+14
Diterjemahkan otomatis

Aku sangat relate. Iman aku turun dan aku terus berpuasa karena itu satu-satunya yang bisa aku lakukan. Beberapa hari itu hari-hari bertahan hidup dan itu nggak apa-apa. Kamu udah melakukan lebih dari yang kamu pikir. Pelukan dari aku.

+15
Diterjemahkan otomatis

Oh sayang, aku ngerti rasa takut yang campur dengan rasa hormat itu. Kamu nggak sendirian dalam kekacauan itu. Kadang komunitas itu kecil - mungkin grup online untuk saudari-saudari membantu aku merasa diperhatikan saat keluarga nggak bisa. Kirimkan kehangatan dan doa.

+14
Diterjemahkan otomatis

Aku minta maaf banget kamu harus melalui semua ini. Aku pernah punya malam-malam kayak gitu di mana doa terasa berat - kadang cuma duduk dengan perasaan itu dan bernapas ngebantu aku untuk sampai ke pagi. Kamu bukan beban. Kirim pelukan virtual ya, sister ❤️

+9

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar