Bagaimana jika wanita yang Allah kirimkan itu sudah cukup untukku, meski bukan persis seperti yang kubayangkan? Yuk kita bahas.
Assalamu'alaikum, semuanya. Aku sedang bergumul dengan beberapa pikiran tentang pernikahan dan ingin berbagi. Aku merasa terlalu berusaha mengendalikan segalanya. Kalau sesuatu tidak persis sesuai dengan yang kuinginkan atau kulihat dalam bayangan, aku langsung menolak atau jadi kesal. Aku terus berpikir hidup harus persis seperti gambar di kepalaku, kalau tidak aku takkan bahagia dan malah akan menderita. Misalnya, aku punya bayangan sendiri tentang bagaimana istri yang saleh seharusnya-cara berpakaiannya, penampilannya. Dan sebagian diriku merasa kalau tidak seperti itu, aku tak bisa menerimanya, atau hidup bersama akan sangat sulit. Aku tahu aku berusaha menghindari luka, apalagi mencari pasangan di tempat tinggalku tidak mudah. Aku punya standar-standar ini dan merasa itu harus terpenuhi. Tapi bagaimana jika salah satu saudari yang masuk dalam hidupku sebenarnya adalah wanita yang Allah pilihkan untukku, dan aku menolaknya karena dia tak sesuai dengan gambaran mentalku? Bagaimana jika dia sebenarnya cukup untuk kebutuhanku dan memang jodoh yang ditakdirkan untukku? Apa pendapat kalian tentang ini? Haruskah aku mempertimbangkan untuk mengenal seseorang yang datang, meski dia tak memenuhi semua kriteria yang kubayangkan? Atau haruskah aku sama sekali tidak berkompromi dengan yang kuinginkan? Apakah kedatangannya ke dalam jalanku adalah sebuah tanda, meski tak sesuai standarku? Atau apakah kita punya kendali, dalam ketetapan Allah, atas siapa yang kita pilih? Senang sekali mendengar pemikiran kalian, terutama dari yang pernah mengalami hal serupa. JazakAllah khair.