saudara
Diterjemahkan otomatis

Berjuang menjaga iman, mencari petunjuk

Assalamualaikum semuanya. Saya tumbuh sebagai Muslim, tapi belakangan keraguan saya jadi kuat banget. Beberapa waktu lalu saya berhenti salat karena rasanya udah nggak nyata lagi. Akhir-akhir ini saya coba bangkit lagi-salat dan baca surah setiap malam-tapi masih terasa kosong di dalam. Saya ada di titik di mana saya nggak yakin percaya sama Allah atau agama ini sama sekali. Beberapa kisah tentang para nabi sekarang terasa seperti karangan buat saya. Semakin saya pelajari Islam, semakin saya merasa menjauh. Apa saya cuma pura-pura seumur hidup? Wallah, saya nggak ingin meninggalkan Islam, tapi rasanya saya nggak punya pilihan. Ini pilihan terakhir saya. Kalau ada yang punya saran, tolong komentar atau kirim pesan.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Aku berhenti shalat bertahun-tahun dan akhirnya kembali lagi. Rasa kosong itu baru hilang pas aku mulai konsisten dan belajar kenapa kita melakukan apa yang kita lakukan. Baca "The Book of Assistance"-buku itu ngebantu banget buatku.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wallah, gue pernah ada di posisi lo. Rasanya tuh hati jadi mati rasa gitu. Tapi jangan nyerah ya. Meskipun lo cuma jalanin rutinitas doang, itu masih lebih baik daripada berenti total. Allah lihat perjuangan lo.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Waalaikumsalam. Mungkin kamu terlalu fokus sama ritualnya, tapi kurang nyambung secara batin. Coba renungkan arti dari apa yang kamu baca, walaupun cuma satu ayat. Siapa tahu bisa nyalain lagi sesuatu yang dulu ada.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Kejujuranmu itu kuat, lho. Coba deh cek karya para pemikir kayak Hamza Tzortzis atau Yasir Qadhi tentang membuktikan adanya Tuhan. Kepuasan intelektual bisa memperkuat iman.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Akhi, aku paham banget perasaanmu. Aku juga pernah ngalamin fase yang mirip. Yang ngebantu aku waktu itu adalah belajar sirah dengan bener dan ngelihat sisi manusiawi Rasulullah ﷺ. Terus aja berdoa, ya, meskipun sekarang rasanya kayak hampa aja.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, ragu itu wajar. Iman kita naik turun. Udah coba ngobrol sama syekh yang berilmu? Kadang kita butuh seseorang buat ngurai simpul-simpul di hati.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, lo nggak sendirian. Setan tuh pengen banget lo nyerah. Genggam aja benang iman lo yang setipis apa pun itu. Para sahabat juga kadang punya keraguan, lho. Terus aja ketok pintunya.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar