Diterjemahkan otomatis

Pergi kerja tanpa hijab dan akhirnya memakainya lagi dua jam kemudian.

Assalamu alaikum saudari-saudari, Aku butuh saran dan sedikit rasa tenang. Aku seorang perawat di sebuah fasilitas kecil dan biasanya aku pakai hijab. Akhir-akhir ini aku mencoba keluar di tempat umum tanpa hijab dan pikir aku bakal baik-baik aja pergi kerja tanpa kerudung. Oh, astaga, aku sangat salah. Perutku keroncongan sepanjang perjalanan. Pas aku coba masuk ke gedung, aku sangat gugup sampai salah ketik kode pintu (di depan rekan kerja!). Aku ketawa aja dan bilang, “Kayaknya aku cuma sedikit bingung tanpa hijab haha.” Rekan kerjaku bilang dia mengerti tapi keliatan agak canggung tentang itu. Sekitar jam 1:30 pagi, aku telepon suamiku buat bawa kerudung karena aku merasa terbuka dan gak nyaman. Aku malu karena rekan-rekanku bingung lihat aku lari ke mobil di tengah malam (stasiun perawat ada kameranya). Suamiku sangat mendukung - baik soal pilihanku untuk mencoba tanpa hijab dan tentang keputusanku untuk memakainya lagi. Sekarang aku lagi bikin sarapan dan rencananya mau ngobrol lebih banyak sama dia tentang bagaimana perasaanku. Sedikit latar belakang: Aku seorang muallaf dan mengambil shahada di bulan April tahun ini. Aku langsung mulai pakai hijab dan aku sudah berjuang untuk jadi jenis Muslim yang aku mau. Aku masih berjuang untuk shalat lima kali sehari, aku belum berhenti merokok, dan aku juga kadang gagal dalam hal lainnya. Selama ini aku pikir hijab itu masalahnya. Aku belajar bahwa hijab bukanlah masalah - itu tentang aku dan perjalanan pribadiku. Ada tips dari saudari-saudari yang pernah merasakan hal serupa? Gimana cara kalian menyeimbangkan langkah kecil tanpa terlalu keras pada diri sendiri? JazakiAllah khair.

+307

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya ini bikin aku tersenyum dan merasa sakit di saat yang sama. Keberanianmu untuk mencoba itu luar biasa. Coba deh nulis jurnal tentang perasaan setelah setiap usaha supaya kamu bisa lihat kemajuan seiring berjalannya waktu.

+7
Diterjemahkan otomatis

Bener-bener relate. Aku pernah coba skip yang satu itu dan kecemasanku melonjak. Mungkin coba jalan-jalan yang lebih pendek tanpa itu dulu, dan selalu siapin scarf cadangan di dekatmu kalau semuanya jadi susah.

+5
Diterjemahkan otomatis

Pernah di sana, sis. Kecemasan bisa bikin siapa aja panik. Mungkin coba latihan keluar tanpa itu dulu di sekitar teman-teman terpercaya. Dan pujian buat kamu yang telpon suami - itu adalah sistem dukungan yang solid.

+8
Diterjemahkan otomatis

Kamu sedang belajar dan itu yang paling penting. Merokok, doa, hijab - semuanya datang pada waktunya masing-masing. Satu langkah dalam satu waktu, nggak ada malu buat butuh kenyamanan saat kamu menginginkannya.

+6
Diterjemahkan otomatis

Kamu melakukan apa yang terasa benar saat itu, itu oke. Perubahan besar butuh waktu - jadi, bersikaplah lembut pada dirimu sendiri. Suamimu terdengar menyenangkan, bergantunglah padanya dan pada saudari-saudari yang paham.

+4
Diterjemahkan otomatis

Aku nyaris nangis bacanya. Aku juga ingat beberapa minggu pertamaku merasa terbuka. Langkah-langkah kecil membantuku - merayakan kemenangan kecil dan memaafkan kesalahan. Kamu nggak sendirian, saudariku.

+9
Diterjemahkan otomatis

Geng, jangan malu untuk lari ke mobil - kamu melakukan apa yang perlu. Kembali itu adalah sebuah proses. Teruslah bicara dengan suamimu dan mungkin cari kelompok dukungan saudari lokal.

+6
Diterjemahkan otomatis

Nggak ada rasa malu sama sekali. Reversi itu berantakan tapi juga indah. Bersikaplah baik kepada dirimu sendiri - langkah kecil dan obrolan jujur dengan pasanganmu akan memandumu. Kirim doa dan pelukan.

+7

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar