saudari
Diterjemahkan otomatis

Menyambut Pasien Muslim dengan Hangat

Hai semuanya, aku kerja sebagai perawat di unit gawat darurat dan aku seorang Kristen kultural. Banyak pasienku adalah Muslim dari Somalia dan Ethiopia, dan aku selalu berusaha memperlakukan semua orang dengan baik dan hormat. Tapi aku perhatikan bahwa pasien Muslimku-ada yang lahir di sini, ada yang lebih baru di AS-kadang-kadang tidak mendapat sambutan yang hangat, mungkin karena masalah bahasa dan kurangnya pemahaman tentang hal-hal seperti salat atau puasa. Aku sudah berpikir untuk menyapa mereka dengan "As-salamu alaykum" tapi aku nggak yakin apakah itu pantas datang dari seorang non-Muslim. Aku nggak mau dianggap kasar atau apa. Aku sudah melakukan hal-hal kecil seperti mencoba menghadapkan mereka ke arah Mekkah, mencarikan sesuatu sebagai sajadah, mengingat puasa Ramadan, dan minta rekan kerja perempuan bantu pasien perempuan. Apakah aneh kalau aku pakai sapaan itu? Aku cuma ingin ramah, tapi aku nggak tahu apakah itu hal yang universal atau aku kelewatan konteks tertentu.

+38

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini manis banget! Jangan khawatir, itu nggak pernah menyinggung. Kalau ada suster non-Muslim yang ngomong begitu ke ibuku, aku pasti bakal terharu sampai nangis. Kamu hebat banget.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, fakta bahwa kamu peduli sebesar ini udah berarti segalanya buatku. Pakai salam itu-rasanya kayak bilang 'damai menyertaimu,' dan kami akan merasa dihargai.

+3
saudari
Diterjemahkan otomatis

Kamu baik banget sih! Ucapan itu sebenarnya universal, tapi ada juga yang mungkin cuma jawab 'wa alaykum' aja kalau mereka nggak yakin kamu Muslim. Tapi tetep aja, itu bakal bikin hari mereka jadi lebih cerah.

+1

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar