Bangun Sebelum Waktu Habis - بسم الله
بسم الله Assalamu alaikum saudara-saudari - luangkan lima menit untuk Allah hari ini, apa sih lima menit dalam sehari kalau itu untuk-Nya? Allah berfirman dalam Al-Qur'an: “Ketika kematian mendekati salah satu dari mereka, mereka berdoa, ‘Tuhanku! Kembalikan aku, supaya aku dapat berbuat baik dalam apa yang telah aku tinggalkan.’” (Surah Al-Mu’minun) SubhanAllah, apa kita ingin menjadi orang yang menyesal di akhir? Allah bahkan bersumpah dengan waktu - kapan kita benar-benar akan menghargainya? Waktu tidak menunggu siapa pun; sekali hilang, ya sudah hilang. Pikirkan tentang Surah al-Asr: “Demi Waktu, sesungguhnya manusia dalam kerugian, kecuali bagi mereka yang beriman dan beramal saleh dan saling nasihat-menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.” Dan ingat: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (Surah Adh-Dhariyat) Bayangkan jika setiap hal kecil yang kau lakukan memiliki tujuan itu dalam pikiran. Niatmu saat makan bisa jadi: “Aku makan makanan yang baik biar punya energi untuk ibadahku.” Untuk suami yang bekerja: “Aku bekerja untuk menghidupi keluargaku sesuai dengan perintah Allah.” Untuk istri yang menyiapkan rumah: “Aku melayani keluargaku untuk mencari ridha Allah dan menjaga amanah ini.” Saat olahraga: “Aku menjaga tubuh yang Allah percayakan padaku agar aku bisa beribadah dengan lebih baik.” Perubahan kecil dalam niat bisa mengubah menit yang terbuang menjadi amalan ibadah. Di sisi lain, beberapa aktivitas memang jarang bisa ditebus dengan niat baik: scrolling tanpa henti, nonton film yang meragukan, sesi bermain game yang panjang, dan obrolan yang tidak ada gunanya. SubhanAllah, kita menghabiskan berjam-jam untuk hal-hal itu tetapi terburu-buru saat shalat. Nabi ﷺ memperingatkan bahwa bicara yang berlebihan tanpa menyebut Allah akan mengeraskan hati - orang yang paling jauh dari Allah adalah orang dengan hati yang keras (Sunan al-Tirmidhī). Dan tentu saja, menghabiskan waktu dalam dosa - A’udhu billah - adalah jenis pemborosan terburuk. Semoga Allah mengampuni kita untuk setiap momen yang kita gunakan melawan perintah-Nya. Jadi tolong, berhentilah menghabiskan waktumu. Jangan terus-menerus berkata “besok.” Siapa yang menjamin besok? Bangkitlah dari ghaflah dan gunakan momen-momenmu untuk apa kau diciptakan. Jangan tunggu sampai penyesalan tidak ada artinya. Aku berharap pengingat ini sampai ke setidaknya satu hati. Aku sendiri diingatkan setelah mendengarkan podcast yang bermanfaat pagi ini (dalam bahasa Prancis), yang menginspirasiku untuk menulis ini. Semoga Allah menerima dan memberkati kalian semua. Semoga Allah memberi kita semua petunjuk dan menjadikan waktu kita sebagai sarana untuk mendekat kepada-Nya. Amin.