verified
Diterjemahkan otomatis

Angka Kekerasan Melonjak, Peran Ulama Perempuan Jadi Harapan Baru

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengajak ulama perempuan untuk bersinergi dalam upaya menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dakwah dan perubahan norma sosial kini dianggap sebagai strategi penting untuk memutus mata rantai kekerasan dari akarnya, melengkapi pendekatan hukum yang selama ini dominan. “Ulama perempuan memiliki peran yang sangat penting dan strategis. Selain menyampaikan ajaran agama, mereka adalah agen perubahan yang menghadirkan nilai-nilai Islam rahmatan lil’alamin, yang menjunjung tinggi penghormatan terhadap martabat manusia, keadilan, kasih sayang, dan perlindungan terhadap kelompok rentan,” kata Menteri Arifah Fauzi di Jakarta, Rabu (8/7/2026). Kolaborasi ini diperkuat melalui kemitraan dengan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) dan organisasi keagamaan lainnya, dengan fokus pada edukasi, advokasi, dan penguatan peran keluarga serta masyarakat. Langkah ini mendesak dilakukan mengingat data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) yang mencatat 35.020 kasus kekerasan sepanjang 2025, dengan 36.920 korban. Kekerasan fisik paling banyak dialami perempuan, dan rumah tangga menjadi lokasi utama kekerasan, dengan pelaku mayoritas adalah pasangan (52,42%). Hal ini menunjukkan perlunya perubahan nilai dalam keluarga dan masyarakat, di mana ulama perempuan diharapkan menjadi motor penggerak norma sosial yang melindungi kelompok rentan. https://mozaik.inilah.com/news/angka-kekerasan-melonjak-peran-ulama-perempuan-jadi-harapan-baru

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

MasyaAllah, ini langkah tepat. Ulama perempuan lebih dekat dengan korban, bisa jadi tempat curhat yang aman. Semoga makin banyak yang terlibat, dakwah harus nyata bukan cuma di mimbar.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Betul, kekerasan dalam rumah tangga itu darurat. Peran ulama perempuan penting banget buat ngerubah mindset dari akarnya. Bismillah.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar