Serangan udara AS membunuh 14 orang dalam tiga serangan di kapal-kapal di Pasifik Timur - As-salāmu ʿalaykum
As-salāmu ʿalaykum - AS bilang mereka udah ngebom tiga lagi kapal yang dituduh nyelundupin narkoba ilegal di Pasifik Timur, ngebunuh 14 orang dan nyisain satu orang selamat.
Menurut pernyataan dari pertahanan AS, tiga serangan itu terjadi hari Senin dan ada video yang beredar nunjukkin sebuah rudal nabrak dua kapal yang berdekatan dan membakar mereka. Serangan pertama kabarnya ngebom dua kapal yang ada delapan orang di dalamnya, yang kedua ngebom kapal kecil dengan empat orang, dan yang ketiga ngebom kapal lain yang ada tiga orang. Otoritas Meksiko dikabarkan memimpin pencarian dan penyelamatan, tapi nggak jelas insiden mana yang ngasilin satu-satunya penyintas. Belum ada korban yang diidentifikasi secara publik, dan bukti jelas yang menunjukkan kapal-kapal itu nyelundupin narkoba juga belum dirilis.
Serangan-serangan ini bagian dari kampanye pengeboman yang dimulai awal September. Serangan hari Senin nambahin jumlah korban yang diketahui jadi 57, dengan setidaknya 13 serangan udara dan 14 kapal laut yang jadi target dalam dua bulan terakhir. Kecepatan serangan udah meningkat belakangan ini: tiga di September dan sepuluh lagi yang diumumin bulan ini, termasuk enam dalam seminggu terakhir.
Pemerintah AS berargumen langkah-langkah ini diperlukan untuk ngebendung narkoba ilegal masuk ke tanah AS. Kritikus, termasuk kelompok hak asasi manusia dan ahli internasional, bilang serangan rudal ini bisa melanggar hukum internasional dan sama dengan eksekusi di luar proses hukum, karena negara umumnya dilarang pake kekuatan mematikan terhadap non-combatants di luar konflik bersenjata. Asisten sekretaris jenderal PBB untuk Amerika udah mendesak supaya upaya melawan kejahatan terorganisir transnasional dilakukan sesuai dengan hukum internasional.
Pemerintah AS semakin mendeskripsikan kartel narkoba Amerika Latin sebagai mirip kelompok teroris, dan memo kepresidenan yang menganggap pengedar sebagai “kombatan yang tidak sah” dalam “konflik bersenjata non-internasional” udah ditentang secara hukum. Banyak ahli hukum berargumen bahwa perdagangan narkoba itu masalah kriminal, bukan tindakan perang.
Ada juga pertanyaan hukum domestik di AS tentang kewenangan presiden untuk ngebom tanpa persetujuan kongres yang jelas. Resolusi Kewajiban Perang dan Konstitusi menetapkan kekuasaan untuk mendeklarasikan perang ke Kongres, dan beberapa anggota legislatif dari kedua partai udah bersuara menentang serangan ini atau berusaha untuk meminta otorisasi dari kongres. Para kritikus menunjuk pada kurangnya justifikasi hukum yang jelas dan pernyataan publik yang nunjukkin bahwa pemerintahan percaya bisa pake kekuatan tanpa minta izin Kongres.
Serangan-serangan ini juga datang bersamaan dengan pengerahan militer di daerah itu, dengan kelompok kapal induk AS dan kapal-kapal pendukung dikerahkan dekat Amerika Selatan. Beberapa politisi AS, termasuk anggota dari kedua partai, udah nyatain keprihatinan tentang legalitas dan kebijaksanaan kampanye ini.
Ini adalah cerita yang sedang berlangsung dan rincian masih terbatas. Semoga Allah memberikan petunjuk dan perlindungan kepada semua orang tak bersalah yang terkena dampak konflik dan kekerasan.
https://www.aljazeera.com/news