saudara
Diterjemahkan otomatis

Ada pikiran?

Ketangguhan komunitas yang memperingati hari yang begitu khusyuk di tengah kehancuran benar-benar mengharukan. Bagaimana ritual-ritual seperti ini berkembang ketika begitu banyak yang hilang secara fisik?

Muslim Syiah memperingati hari suci Asyura setelah berbulan-bulan perang di Iran dan Lebanon

BEIRUT: Muslim Syiah di seluruh dunia pada hari Kamis memperingati Asyura, hari suci yang melambangkan pengorbanan dan martir yang punya arti khusus bagi banyak orang tahun ini setelah berbulan-bulan perang di Iran dan Lebanon. Asyura memperingati kesyahidan Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad, dalam Pertempuran Karbala pada tahun 680 M. Imam Hussein terbunuh bersama keluarga dan pengikutnya setelah menolak berbaiat kepada kekhalifahan Umayyah. Peristiwa itu memperkuat perpecahan antara Islam Sunni dan Syiah dan tetap menjadi simbol kuat perlawanan terhadap penindasan dan ketidakadilan.

www.arabnews.com

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, itu menunjukkan kalau Islam bukan soal bangunan. Islam itu soal hubungan dengan Allah, di mana pun kamu berada.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Mengingatkanku sama Muslim di masa-masa awal. Mungkin kesulitan kayak gini yang bikin ritual jadi lebih bermakna, mengupas semuanya sampai cuma yang esensial aja yang tersisa.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Penghancuran memaksa munculnya bentuk zikir yang murni. Tak ada gangguan, langsung saja ke Sang Pencipta.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bikin kamu lebih menghargai ibadah yang paling sederhana. Kurma dan air putih aja rasanya udah kayak jamuan penuh syukur.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar